Wanita dan Pria memang Beda (1)

Cover why men dont listen and why women cant read mapsDalam membangun relasi untuk berbisnis hingga di keseharian, kita pasti akan berinteraksi dengan beragam karakter dan keunikan. Pada akhirnya, kita akan temukan bahwa cara membangun interaksi dengan pria dan wanita tu berbeda. Secara mendasar, pria dan wanita memang tidaklah sama. Ini bukan perkara lebih baik atau lebih buruk – tapi berbeda. Isi posting berikut saya ambil sepenuhnya dari buku “Why men don’t listen and why women cant read maps”.

Studi tentang otak ternyata memberikan banyak bukti bahwa pria dan wanita ternyata tidak sama. Pria dan wanita memang harus memiliki kesetaraan dalam hal kesempatan untuk mencapai potensinya secara maksimal, tapi mereka berbeda dalam hal kemampuan yang muncul dari dalam. Equal dan identical adalah issue yang sama sekali berbeda.

The equality of men and women is a political or moral issue; the essential difference is a scientific one.

Pria keheranan bagaimana wanita bisa masuk di ruangan yang ramai dan langsung bisa ngasih komentar tentang semuanya; sementara perempuan heran bagaimana pria tak bisa mengetahuinya. Lelaki keheranan bagaimana perempuan nggak bisa ngeliat lampu peringatan pelumas di dashboard mobil tapi bisa melihat noda kotor di kaus kaki sejauh 10 meter.

My wife can see a blonde hair on my coat from ten meters, but she hits the garage door when she parks the car

Bila wanita berkendara dan tersesat (dan mereka memang lebih sering tersesat ketimbang pria), dia akan berhenti dan bertanya. Bagi pria, ini adl isyarat kelemahan. Dia akan berkendara terus selama berjam-jam, menggumamkan sesuatu seperti, “Aku temukan jalan baru utk ke sana” atau “Hey, aku nemu pom bensin baru nih”.

Tersesat emoh ngaku

Posting ini adalah tentang perbedaan pria dan wanita, bagaimana kecenderungan masing2nya, tanpa terlalu jauh membahas bagaimana itu bisa terjadi, kecuali jika Anda bertanya :mrgreen:

Wanita lebih peka
Wanita lebih awas apabila ada wanita lain yang merasa marah atau terluka, sementara pria biasanya masih harus secara nyata melihat air mata, wajah marah atau bahkan tamparan di wajah sebelum dia bener2 mengerti apa yang terjadi :roll: . Kepekaan wanita dalam memahami isyarat komunikasi yang halus dan samar ini sering disebut sebagai “intuisi wanita”; yang sebenernya adl kemampuan wanita yang luar biasa dalam mendeteksi detail dan perubahan kenampakan atau perilaku orang lain. Atas anak-anak mereka misal, wanita mengetahui teman2, harapan, impian, romantika, kekhawatiran, dan apa yang dipikir dan dirasakan. Sementara tidak demikian halnya para pria.

Wanita miliki lingkup pandang yang lebih luas
Wanita memiliki pandangan peripheral yang lebih luas ketimbang pria, yakni hingga hampir mencapai 180 derajat. Pandangan pria berbentuk semacam tunnel vision, yang membuatnya bisa melihat jelas dan akurat apa2 yang berada tepat di depannya dalam jarak yang jauh.

Women have wider peripheral vision, men have tunnel vision.

Hal ini membuat pria bisa mencari pom bensin di kejauhan, tapi kesulitan dalam menemukan benda-benda di kulkas, rak atau lemari. Di Australia dan Inggris sendiri pernah diteliti, bahwa anak laki-laki memiliki angka kecelakaan lebih tinggi ketimbang anak perempuan dalam hal menyeberang jalan.
Peripheral vision man woman
Mata wanita lebih cocok untuk aktivitas jarak dekat, menjadikan si wanita bagus dalam menanangi aktivitas yang mementingkan detail. Otak wanita juga memiliki kapabilitas tinggi dalam mencermati area spesifik, yang menjadikan wanita lebih jago dalam menjahit dan mengamati perihal detail di layar komputer.

Wanita dan kebiasaan ngelirik
Lelaki biasanya sering ketahuan ketika sedang memandangi lawan jenis dengan lirikan. Tapi wanita jarang mendapat komplain serupa. Ternyata berdasarkan penelitian ditemukan bahwa sebenernya wanita juga sering memandangi pria, bahkan kadang lebih sering ketimbang pria terhadap wanita 😛 . Cuman kemampuan peripheral mereka membuat mereka jarang ketahuan. Mereka bahkan tidak perlu melirik kok untuk bisa melihat sekeliling mereka.

Wanita punya pendengaran yang lebih baik
Wanita memiliki pendengaran yang lebih baik ketimbang pria dan juga dalam membedakan suara ber-pitch tinggi. Otak wanita telah diprogram untuk bisa mendengarkan tangisan bayi di malam hari, yang mana itu tidak akan membuat sang bapak terbangun. Bila ada anak kucing menangis di kejauhan, wanita akan bisa mendengarnya, sementara sang pria dengan kemampuan direksional & spasialnya bisa mendeteksi di mana anak kucingnya berada.

Dripping taps drive women crazy, while men sleep

Wanita punya Indera perasa yang lebih baik
Indera perasa dan pencium-bau wanita lebih bagus ketimbang pria. Kita punya 10.000 reseptor rasa untuk mendeteksi paling tidak empat rasa; manis dan asin di ujung lidah, getir/asam di sisi lidah, dan pahit di belakang lidah. Pria punya keunggulan dalam merasakan asin dan getir, sehingga mereka suka bir ketimbang wanita. Dan wanita lebih unggul dalam merasakan manis dan rasa gula, sehingga lebih banyak wanita ketimbang pria yang “mengidap” chocoholics.

Mengapa pria disebut “tak peka”
Bukannya wanita yang punya kepekaan super, sebenernya sih biasa aja – ini hanyalah krn sense pria saja yang cenderung lebih tumpul. Dalam dunia wanita yang lebih peka, mereka berharap pria bisa membaca sinyal bahasa tubuh, vokal atau verbal mereka, seperti yang wanita lain biasa lakukan. Secara diam-diam, wanita berasumsi bahwa pria akan tahu apa yang dia (wanita) inginkan atau butuhkan. Lalu ketika yang terjadi tidaklah demikian, wanita menuduh pria sebagai “tak peka dan tak berperasaan”. Sang pria pun protes “Memangnya saya ini pembaca pikiran apa?!”

Wanita memang suka ngobrol dan berbicara lebih banyak
Otak pria tersekat-sekat secara tegas dan berkemampuan untuk memilah dan menyimpan informasi dengan rapi di akhir hari. Tapi otak wanita tidak bekerja seperti itu – masalah2 mereka terus saja berputar-putar di kepala mereka.

Men can mentally index their problems and put them on hold. Women churn.

Churn = ndak tenang, seperti mengaduk-aduk

Cara yang bisa dilakukan wanita untuk menyingkirkan masalah atau mengidentifikasikan masalah di pikirannya adalah dengan membicarakannya, ngobrol tentangnya. Jadi, ketika wanita berbicara di akhir hari, tujuannya adalah sekedar untuk menemukan atau memahami masalah, bukan untuk menyimpulkan atau mensolusikan.

Terlepas dengan keperluannya dlm menyikapi masalah, ketika wanita duduk nonton film atau TV, mereka biasanya bisa sambil ngobrol tentang banyak hal, termasuk anak-anak, lelaki, karir dan apa2 yang terjadi dalam kehidupan mereka. Ketika ada pria di sana, biasanya wanita akan disuruh diam. Pria tidak bisa berbicara dan nonton TV secara bersamaan, harus satu-satu.

Pria memandang telepon sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan fakta dan informasi kepada orang lain. Tapi wanita memandangnya sebagai sarana untuk mengikatkan diri. Seorang wanita bisa menghabiskan dua minggu liburan dengan teman wanitanya dan, ketika dia pulang, bertelepon dengan temannya itu untuk ngobrol lagi selama dua jam.
Ibu bebek yang peka
Wanita tu indirect, ndak to the point
“Intinya apa sih?!” adl perkataan umum dari pria terhadap wanita. Wanita berbicara dengan menggunakan perkataan tak langsung, she hints at what she wants, atau muter-muter klo berbicara. Indirect speech ini adalah keahlian khusus para wanita dan dimaksudkan untuk membangun relationship dengan menghindarkan konfrontasi atau ketidaksepahaman frontal.

Sementara itu, kalimat pria cenderung pendek, langsung, berorientasi solusi dan to the point, memiliki kosakata lebih luas dan dibumbui dengan banyak fakta.

Wanita berbicara dengan luapan emosi
Kosakata bukanlah keahlian dasar para wanita, sehingga ketepatan arti menjadi kurang relevan bagi mereka. Tapi pria sedemikian peka dengan perkataan, dia menanggapinya secara harafiah dan literal, apa adanya, kata per kata sesuai dengan arti dasarnya. Begini jadinya klo pria dan wanita sedang bertengkar:
Nadia: Kamu nggak pernah sepakat dengan apapun yang aku katakan.
Anton: Apa maksudmu dengan nggak pernah? Aku kan sepakat dengan dua poin yang kamu sebutkan tadi, kan?
Nadia: Kamu selalu ndak sepakat dengan aku dan kamu selalu pengen dianggap benar!
Anton: Nggak benar! Aku nggak selalu nggak sepakat ama kamu! Aku sepakat ama kamu pagi ini. Aku sepakat ama kamu kemaren malem. Jadi kamu nggak bisa bilang klo aku selalu ndak sepakat ama kamu.

Gimana, temen2, apakah benar seperti itu? 😛

banner ad

39 Responses to “Wanita dan Pria memang Beda (1)”

  1. kakilangit says:

    waaa…ahirnya ada yng menjelaskan semuanya… 😀 sepertinya sih memang kayak gitu..

  2. d' says:

    lo mas, knp contohnya nadia? bukan nidya aja?(halah g’penting…:p) ya… sebagian beasr emang benar siy.. dan emang d’tuh sering banget ngambek gara orang llaen g’ngerti maksud d’… n_n
    ternyata co ama ce sama2 complicated-nya :p

  3. Mbah Dipo says:

    “wa laisa dzakaru kal untsa…” itu bunyi surat Ali Imron ayat 36, artinya “dan tidaklah laki-laki itu sama dengan perempuan…”. Kalo Al Qur’an yang bicara dicibir, kalo wong londo yang ngomyang lebih dipercaya… sedih.. 🙁

  4. haikal says:

    buat Mbah Dipo:
    menurut sy, bukannya kita mencibir.. tp kita terlalu telmi.. (bahkan)harus dibantu orang londo utk bs sampai ke apa yg dimaksud oleh ayat Qur’an..
    pada akhirnya memang yg hak adalah Al Qur’an ..
    klo ada yg mencibir.. itu lain lagi berarti..
    tp bener.. harusnya kajian2 dari tafsir mesti didahulukan drpd kajian2nya org londo..

  5. arul says:

    tapi kadang walau sudah tau sifat wanita kayak gitu…. laki-laki masih menuntut lebih.. begitupun sebaliknya….

  6. Hedi says:

    Ini posting yang bagus, bukan meributkan mana gender yang lebih baik, tapi menekankan di mana perbedaan masing-masing. Ditunggu yang kedua :green:

  7. buchin says:

    wah bener banget tuh!
    Kayanya om guntarion bakat deh jadi analis kepekaan hati (halah istilah opo maneh iki?)
    serius mode:
    memang terasa perbedaan yang mas sebutkan tadi (pengalaman pribadi)

  8. Eep says:

    akhirnya…, dikunjungi tiap hari kok ga ada yang baru…?
    sekarang dah ada deh..

    ya.., suka ga suka, setuju ga setuju, stereotype mah tetap ada..
    hehehehhe

  9. Eep says:

    # Mbah Dipo Says:

    “wa laisa dzakaru kal untsa…” itu bunyi surat Ali Imron ayat 36, artinya “dan tidaklah laki-laki itu sama dengan perempuan…”. Kalo Al Qur’an yang bicara dicibir, kalo wong londo yang ngomyang lebih dipercaya… sedih.. 🙁

    salah sendiri…, kenapa orang Islam tidak bisa menjelaskannya sebegitu menarik kayak wong londo…?

  10. arul says:

    ITS’ INSPIRING WOMAN

    seminar yg diadakan dlm rangka memeriahkan hari Ibu yg jatuh pada tgl 22 desember 2006.

    Menghadirkan wanita-wanita lulusan ITS yg telah berhasil dalam karier-nya..
    (Listnya ada di bawah)

    yang akan berbagi Rahasia kesuksesan mereka..

    Fee : 20.000
    Fasilitas: Snack, drink,handback cantik, seminar kit, note,bolpoint,sertifikat..

    Full of DoorPrice!!!!
    dan lagi acara ini bener2 cewe bgt..

    Pembicara :
    Ibu Hermin Sarengat (Direktur General Electric Indonesia) *
    Ibu Ida Ferdinandus (Direktur beberapa perusahaan2 swasta/ Mantan Dirut Guna ELektro)
    Bu Choiriana (salah satu manager telkom DIVRE V Jawa Timur)*
    Ibu Asianti Oetojo ( Kepala BPDE-Badan Pengelola Data Elektronik Jawa Timur)
    Ibu Nuraini (Kepala bagian Air BErsih Dinas PU Jawa Timur)
    Ibu Henny (Dosen ITS, Istri dari mantan orang nomor satu di Angkatan Laut/KSAL Laksamana Bernand Ken Sondakh)*
    Ibu Prof. Dr. Ir. Nur Endah (Pembantu Rektor ITS)*
    Ibu Retno Hastijanti (Kajur Arsitektur Untag)
    Ibu Hesti (WBI ITS)
    Ibu Handayani (Profesor, dosen Informatika ITS)
    dan masih banyak lagi lainnya..

    kapan lagi mau ikutan seminar yg
    penerima tamunya cowo2..
    yang bagiin makanan juga cowo2..
    hehe..

    Pendaftaran di Sekretariat BEM ITS, Gedung L.102 Kantin ITS
    Atau Hubungi
    CP : Diana : 085648133422

  11. arul says:

    edisi keduanya kapan keluar?

  12. dianika says:

    Cara yang bisa dilakukan wanita untuk menyingkirkan masalah atau mengidentifikasikan masalah di pikirannya adalah dengan membicarakannya, ngobrol tentangnya.

    Hmm.. garis bawah untuk yg ini deh ya. Bukan monopoli perempuan aja kok. Saya SELALU percaya share ttg problem yg dihadapi itu kecenderungan semua individu dan ini area bebas gender. Se-introvert2-nya seseorg, ia akan berbagi. Toh tidak ada pengertian khusus, berbagi itu mesti cerita scr kronologis. Tiap org punya cara tersendiri untuk berbagi. Kadang ada org yg berbagi dg cara cerita sepotong2. Tetapi jika dirunutkan akan membentuk satu kesatuan cerita.

    Btw, soal telepon, saya termasuk mengiyakan. Tetapi lebih pada masalah relasi… Hmm.. betapa kuat dan kukuhnya konstalasi bernama konstruksi budaya itu ya..

  13. bank al says:

    ngomentari Mas Dianika :
    Nggak lah, tidak semua orang itu akan berbagi jika mengalami masalah. Ada yg memilih untuk diam dan tidak membaginya pada siapapun.

  14. wongndonya says:

    Lha jelas-jelas secara fisik dan psikologis ada perbedaan kok njaluk jatahe podho. Bukannya saya anti kesetaraan jender, tetapi memang ada hal-hal yang secara kodrati yang menjadi keterbatasan seorang perempuan, juga keterbatasan seorang laki-laki untuk menjalani peran yang sama.
    Ada komentar dari seorang teman, kaum feminis barat itu kalau yang enak-enak minta jatah, tapi kalau yang berat-berat bilangnya, wah kita secara fisik nggak mampu, itu kan kerjaan laki-laki… CMIIW

  15. S Setiawan says:

    Kok nggak lebih dari setengahnya yang berlaku buat saya ya, Mas? 😀

  16. aribowo says:

    tapi kenapa wanita ingin selalu disamakan dengan pria?

  17. Rini says:

    Memang bener mas, Wong londho iku lebih pinter njelaske..dan sebagai mana eh sbg wanita..aku meyakini betul bahwa wanita dan pria berbeda 100% jadi mustinya semua fasilitas hidup yang signifikan terhadap perbedaan tsb musti beda juga.

  18. Luqman zaini says:

    saya belum tau detailnya artikel ini, tapi koq kayaknya bagus. Boleh saya nyimpen&kasih tau temen? Semoga bisa lebih bermanfaat lagi. Sukses!! arruhul jadid fii jasadil ummah

  19. nuke says:

    laki-laki dan perempuan masing masing mempunyai peran yang paling penting adanya relasi sesuai peran masing-masing dalam ruang kehidupan. masing-masing mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri .

  20. Guntar says:

    Komennya Nuke dalem deh; bisa jadi satu posting sendiri klo dijabarkan 😉

  21. eL ChikomE says:

    ada beda kemampuan fisik (termasuk kemampuan melahirkan bagi perempuan), ada perbedaan psikis/ kontrol emosi, perbedaan logika, masing2 punya keunggulan,

    karena itu, seharusnya, hak & tanggungjawab berjalan berbarengan – sesuai porsi, so, nggak mungkin hanya persamaan hak, tanpa persamaan tanggungjawab.

    imo, yang paling mendasar, a/ memahami perbedaan, menerima perbedaan, memanfaatkan keunggulan & bekerja sama u/ kehidupan yang lebih baik, amiiinnn ..

    wassalaam

  22. Rahma says:

    untuk membahas 2 jenis makhluk hidup ini bakalan g ada tamatnya. Namun teori2 yang ngupas tentang mslah ini terkadang hanya malah membatasi ato mungkin persepsi si penulis?(tu kelbihan orang barat menteorikan sesuatu)
    yang jelas ndak tau siap yang lebih unggul ato mana yang lemah dri ke2nya.
    ada yang ngomong wanita tuh kekuatanya cukup disimpan dalam hati beda dengan laki2 yang notebeneny udah kuat ato memang harus kuat???
    Pemimpin kebanyakan kaum laki2, nabipun laki2, manusia perdanapun juga laki2…WaiT…
    Tapi yang jelas semua pemimpin di seluruh muka bumi ini tetaplah terlahir dari Rahim sang Ibu yakni kaumnya Hawa.

    Jadi ndak ada yang lebih kuat ato lemah…

  23. ghosty says:

    bener banget tuh mas, kadang juga aku ga ngerti apa maksud pembicaraan mereka.atau aku yang terlalu bodoh ya? hehehedari sana akhirnya kita “bentrok”.arggggh pusing deh.apa istri mas kayak gitu?:)hehehe maaf. ga usah di jwab mas. maaf mbak

    ghosty’s last blog post..lagu gombloh

  24. listen to women first then just confirm it. By giving a bit of attention can make us be more credible and romantic….

    andy prasetyo’s last blog post..TIPS KOKOLOGI

  25. Akhmad Guntar says:

    Dalam waktu dekat (satu bulan? :mrgreen: ) saya akan membahas lebih lanjut tentang beda pria dan wanita dalam konteks komunikasi. Stay tuned 😉

  26. yella says:

    biar lebih mantap lagi, kita bisa gabungkan dengan buku karangan Jhon Gray “Laki-laki dari Planet Mars, Wanita dari planet Venus”REsensi bukunya ada dalam blog saya http://yellashakti.wordpress.com/buku koleksiuntuk detailnya saya belum bisa posting, rencana mau saya ulas per babSALAM SUKSES

  27. Rinto says:

    Kutipan menarik yang paling saya ingat di bagian pengantar buku john gray (men are from mars and women are from venus), yaitu inti dari pembahasan tentang perbedaan pria dan wanita. bahwa pria maupun wanita seringkali lupa kalau mereka berasal dari planet yang berbeda. sehingga cara berpikirnya pun beda. maka ketika ada wanita yg mengeluh kalau pria nggak pernah mengerti wanita ataupun sebaliknya, pria mengeluh kalau wanita nggak bisa mengerti pria, nggak perlu heran, karena mereka masing2 menggunakan cara berpikir masing2 untuk mengevaluasi lawan jenis. itulah kenapa pembahasan masalah pria-wanita ini kadang tidak berujung. karena yg pria membahas dengan cara berpikir pria dan yg wanita membahas dengan cara berpikir wanita. padahal kalau kita selalu ingat kenapa dulu pria dan wanita semua pergi dari mars dan venus untuk berkumpul di bumi… hmmm… lebih enak begitu, kan… 🙂

    Rinto’s last blog post..Font Windows di Ubuntu

  28. Rinto says:

    Kadang (atau bahkan seringkali 🙂 ) memang terasa berat baik bagi pria maupun wanita untuk sesekali mengalah membiarkan pasangannya berpikir dengan caranya masing2 dan sedikit memaksa diri mengikuti cara berpikir mereka. it feels like against our nature, begitu mungkin sepertinya. tapi sepertinya juga tidak ada salahnya sesekali berempati terutama saat pasangan kita benar2 membutuhkan. ‘tul nggak? 🙂

    Rintos last blog post..Font Windows di Ubuntu

  29. Betul sekali, To’. Seringkali emang terasa berat bagi pria utk mengalah atau mengaku salah. Spt yg pernah aku bilang dulu, cowok juga perlu minta maaf bahkan tanpa dia perlu berbuat salah. Asalkan si pasangan sudah merasa tersakiti, itu sudah jadi alasan yg cukup untuk mengalah dan bermaafan. But I think it’s worth it. Diniatin ibadah aja deh, insyaAllah barokah 😛

    Thanks for sharing 🙂

  30. yuli says:

    Luar biasa, topic ini masih berlanjut dikomentari  sejak tahun 2006 hingga sekarang 2008? Ok saya ikut ya…   Pada tubuh manusia terdapat hormon-hormon yang masing-masingnya menghasilkan efek sesuai dengan fungsi keberadaannya dalam tubuh manusia tersebut.  Pria umumnya memiliki persentasi lebih besar atas hormon “X” dalam tubuhnya, seperti yang ditulis orang londo, dan wanita memiliki persentasi lebih besar atas hormon “Y”.  Namun ada pria yang memiliki  hormon Y lebih besar sehingga mereka berwatak seperti kebanyakan wanita.  Begitu juga terjadi pada sebagian wanita.
    Setelah kita ketahui adanya perbedaan persentasi hormon antara wanita dan pria, alangkah lebih baik jika lanjutkan membahas bagaimana bersosialisasi dengan masing-masing gender yang berbeda.
    Al quran kita tidak menerangkan detail tentang tehnik pelaksanaan dari setiap ayatnya, biasanya kita lalu merujuk pada hadits-hadits dalam mengimplemantasikannya. Pada masa itu hingga kini terjadi begitu banyak varian dalam menterjemahkan makna setiap ayatnya. Dalam kajian ilmiah para londo menggambarkan perbedaan wanita dengan pria seperti yang ditulis Allan & Barbara dll. sedangkan dalam kajian spiritual perbedaan pria dan wanita dituangkan dalam hak dan kewajibannya.
    Tidak usah heran kalau kita  lebih mudah mengerti penjelasan dari kajian ilmiah daripada ilmu spiritual, itu disebabkan karena sejak kita mengenali ilmu pelajaran ilmu yang kita pelajari adalah ilmu yang disari secara ilmiah.  Namun bagi orang yang sejak kecilnya mempelajari ilmu spiritual, perbedaan pria wanita cukup dipahami dari hak dan kewajibannya saja, coba tanya pak ustadz !!!
    Masih ingin meneruskan tulisan ini hingga sampai pada manfaat dari mengetahui perbedaan antara pria dan wanita, tapi masih teralau panjang,  wah…insyaallah lain kali bisa disambung dech…

  31. Sittati says:

    cuma bisa mengangguk dan sesekali tersenyum ketika membaca artikel ini, karena saya juga punya karakter seperti itu… lucu^^

  32. adhi surya says:

    wah, seru jg ya ternyata klu d bahas atau d paparkan dlm sbuah artikel,tp memang terkadang qt ga sadar akan smua ini…!sy bacanya sambil senyum2 …..memikirkan yg pernah terjadi sprt pd artikel ini….! seru, lucu..^^

  33. wahh,,bener jg,,jadi klo kita bertengkar dengan wanita dan ga selesai2..mungkin karena karakternya yang berbeda,,

    Agung Setiawans last blog post..Pebisnis dari bangku kuliah

  34. rien says:

    yeah….bener bngt tuch…itulah yang selalu kadang bikin wanita dan pria selalu bersengketa ketika mereka berbicara…yg padahal awalnya hanya ingin sharing tapi…malah jadi pertengkaran…
    duuh cape dech…
    tapi masalahnya knp wanita dan pria berpasangan klo emang mereka berbeda dalam berpikir…
    seandainya aja pria bisa sdkt punya toleransi bwt wanita…mungkin tdk akan serumit itu…

  35. Sun Bo KOng says:

    Cewek Tu D ciptain cman 3 UR
    1. dapUR ( masak)
    2.SumUR (Nyuci)
    3.kasUR ( -Sensor-)

  36. yudistira guntara says:

    renungan

  37. Imam Jarkasi says:

    Mbak Rahma koreksi lho. Ada 1 orang yang tidak terlahir dari Rahim perempuan lho, malah perempuan yang lahir darinya yaitu NABI ADAM.
    HAYO lupa akibat takut gendernya direndahkan ya ?
    Tidak ada yang rendah, Wanita yang melahirkan, BIbitnya dari laki-laki kan.
    Lalu siapa yang lebih kuat, dan siapa yang lebih lemah :
    JAWABANNYA :
    HAWA BERBAKTI KEPADA ADAM, ANAKNYA HAWA BERBAKTI KEPADA HAWA, HAWA, HAWA BARU ADAM.
    ANAKNYA HAWA PEREMPUAN WAJIB BERBAKTI KE SUAMINYA, BARU CUCUNYA ADAM DAN HAWA BERBAKTI KE IBU, IBU, IBU LALU BAPAK.
    NGGAK ADA YG RENDAH DAN NGGAK ADA YANG TINGGI.
    YANG BERIMAN DAN BERTAQWALAH YANG MASUK SURGA.
    KLO DAH SAMPE SURGA SANA YA MASAH BODOLAH, MO CEWEK, MO COWOK, LAH SING PENTING WIS MASUK SURGA KOK.

  38. yANTO says:

    Wanita tercipta dari tulang rusuk Adam
    Tapi wanita jaman sekarang memang egois, tak pandai bersyukur, merasa terbaik disegala hal sehingga semua yang dilakukan oleh kaum pria wanita harus mendapat jatah. ternyata bila benar diberikan jatahnya, ternyata secara alamiah tidaklah pantas dilakukan oleh wanita.
    Hal tersebut didasarkan karena yang mengandung dan melahirkan manusia adalah wanita.
    Lho benihnya darimana : LUPA
    Jadi patuh terhadap suaminya sebagai kewajibanpun terkadang jadi : LUPA
    Hak anak seolah-olah mutlak milik : Wanita
    dengan dasar ia yang mengandung dan melahirkan
    Kalo ditanya : lha yang kau kandung itu benih siapa ?
    Jawabannya : DIAM

    WANITA MEMANG SUSAH DIBUAT “BAHAGIA” !!
    Jika dikatakan cantik dikira menggoda ,
    jika dibilang jelek di sangka menghina.
    Bila dibilang lemah dia protes,
    bila dibilang perkasa dia nangis .
    Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
    (sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)
    Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut
    (sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)
    Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya ,
    tapi kenapa ya ….. lebih bangga jadi wanita karir,
    padahal ibunya adalah ibu rumah tangga
    Bila kesalahannya diingatkankan,
    mukanya merah..
    bila di ajari mukanya merah,
    bila di sanjung mukanya merah
    jika marah mukanya merah,kok sama semua ? bingung !!
    Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;
    ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;
    ditanya ya atau ya, jawabnya am,
    ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam,
    ketika didiamkan malah marah
    (repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).
    Di bilang ceriwis marah,
    dibilang berisik ngambek,
    dibilang banyak mulut tersinggung,
    tapi kalau dibilang S u p e l
    wadow seneng banget..padahal sama saja maksudnya
    Dibilang gemuk engga senang
    padahal maksud kita sehat gitu lho
    dibilang kurus malah senang
    padahal maksud kita “kenapa elo jadi begini !!!”
    Itulah WANITA makin kita bingung makin senang DIA

    MUNGKIN ITU, MENGAPA AL-QUR’AN MENEMPATKAN WANITA ADALAH PENGHUNI NERAKA PALING BANYAK KELAK DIAKHIRAT.

    SEMOGA MENJADI RENUNGAN !!!!

Trackbacks/Pingbacks

  1. dr » Bedanya Cowok Dan Cewek - [...] Huufff…. akhirnya kembali nge-blog juga, setelah kemaren-kemaren pikiran agak berat keganggu sama “setan” DoTA dan Laporan+Aplikasi KP yang nggak…
  2. AkhmadGuntar dot com » Blog Archive » Migrasi Post dari BintangTauladan™ - [...] Wanita dan Pria memang Beda - series Posting dua seri ini adalah tentang perbedaan pria dan wanita, bagaimana kecenderungan…
  3. trustcosurabaya.com » Blog Archive » Beda Pria dan Wanita dalam Berkomunikasi - [...] pria dan wanita memang berbeda, termasuk dalam hal cara mereka berkomunikasi. Hal ini amat penting untuk dimengerti karena [...]
  4. Beda Pria dan Wanita dalam Berkomunikasi | AkhmadGuntar dot com - [...] pria dan wanita memang berbeda, termasuk dalam hal cara mereka berkomunikasi. Hal ini amat penting untuk dimengerti karena [...]

Leave a Reply