Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja

kutu loncat pelompat kerja, untung ruginya
Departemen tenaga kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa tenaga kerja berusia 20-an berpindah kerja setiap 18 bulan sekali. Laporan lain menyebutkan bahwa 75 persen dari seluruh pekerja masih terus berburu pekerjaan. Di Indonesia sendiri –khususnya Jakarta- tenaga kerja dalam rentang usia 20 hingga 30 bisa berpindah kerja hingga minimal 5 kali.

Apa Sih Untungnya Pindah2 Kerja

Klo ditanya langsung tentang motif, para pelompat kerja* kebanyakan akan berkata bahwa motif terbesar mereka terkait dg kenaikan gaji, prestise, dan peluang apapun yg lebih besar (seperti peluang pengembangan diri, training di luar negeri atau yg lain). Tapi sebenarnya bukan itu yg mustinya menjadi motif.

* = di Indonesia lebih populer dg sebutan kutu loncat. Kenapa kok disebut kutu? Apakah krn dia kerjaannya menghisap darah dan lalu berpindah ke tempat lain ktk sudah terpuaskan? Saya ndak tau. Yg jelas saya bakal lebih sering menyebut pelompat kerja ketimbang kutu loncat, maknanya lebih netral 😛

Troy Jackson dari Fortune 500 dan Harvard Business School menyebutkan rasionalisasi dari aksi berpindah-pindah karir ini: “Menjalani posisi baru & berkiprah di sana selama satu atau dua tahun amatlah seru. Namun untuk selanjutnya, akan ada hal-hal yg tidak lagi terasa menyenangkan atau cukup menantang. Sehingga berpindah posisi atau mencari lingkungan kerja baru akan bisa menjaga gairah produktif seseorang dan membuatnya terus belajar.”

Memang benar, mereka yg jadi unggul bukanlah serta merta karena kepintaran, namun karena kemampuan mempertahankan daya dorong, komitmen, gairah produktif dan keterlibatan aktif pada pekerjaan. Terbukti juga, bila dibandingkan dg mereka yg tak pernah berpindah kerja, para pelompat kerja biasanya lebih paham tentang apa2 yg mereka suka dan bagus untuk lakukan, bisa mengembangan jaringan profesional secara lebih cepat, dan membangun kompetensi dg lebih cepat.

Daniel Gilbert, psikolog di Harvard, mengatakan bahwa kebanyakan kita tidak bisa bener2 tahu apa yang kita suka dan bisa lakukan dg perfect hingga kita mencobanya. Sehingga berpindah kerja adalah cara yg bisa ditempuh di masa muda untuk menemukan apa2 yg pantas dilakukan di masa dewasa. Idealnya memang, setiap kita harus bisa menemukan passion terbesar kita, apa2 yg kita suka dan bagus ketika melakukannya, apa2 yg kita punya power di sana. Namun meskipun begitu, lebih banyak orang yg memilih untuk langsung aja cari kerja baru dan mencoba-coba sampai kemudian temukan pekerjaan manakah yg paling cocok di hati.

Seringkali godaannya adl ktk kita bisa berprestasi di pekerjaan yg sbenarnya bukan merupakan bakat atau passion terbesar kita. Baik bos maupun orang2 di sana, begitu tau bahwa Anda bagus di suatu hal, mereka pasti akan meminta Anda utk terus mengerjakannya. Awalnya sih asyik, tapi kemudian Anda akan sampai pada fase di mana Anda sekedar mengulangi apa2 yg Anda sudah bisa, tak ada hal yg baru: bisa-bisa learning curve Anda jadi stabil2 saja, pengembangan diri Anda stagnan, dan semangat Anda pun meluntur.

Tapi perlu kita perjelas: pindah kerja dg impulsif dan tanpa rencana, atau pindah kerja utk alasan2 yg tak sepatutnya dianggap serius -seperti krn ndak suka kerja klo ndak dapet ruang di deket jendela- bukanlah sesuatu yg bisa membuat seseorang berkembang.

Selanjutnya: Apa sih ruginya jadi kutu loncat? Silahkan lanjutkan ke halaman 2.

banner ad

17 Responses to “Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja”

  1. aRuL says:

    wah nyinggung insinyur nih… 😀 hehehekata teman sy nih yg dah kerja *sy blum*, katanya ada emang perusahaan yang sekedar mendapat pengalaman, ada juga tempat kerja kalo dah keterima di situ passionnya di situ, dan berkarirlah sampe tua di situ.tapi kadang perusahaan yang sering dijadikan tempat pengalaman kerja orang2 itu, kadnag ndak mikir, masih bisa menerima yg lain gitu katanya 😀

  2. yudha bs says:

    Kalau terlalu sering pindah kerja, kapan stabilnya ? Kalau masih bujang mungkin tidak terlalu masalah. Tetapi kalau sudah berkeluarga akan menjadi masalah sendiri.

    yudha bss last blog post..Menghadapi Orang Depresi ? Sabar !!

  3. adit says:

    dalam kurun 4 tahun sy berkarir, sy sudah bekerja di 5 perusahaan yg berbeda…… paling lama 1,5 tahun paling sedikit 4 bulan…….sy memang tidak pernah berniat menetap di suatu perusahaan, biasanya cuma ingin mencari pengalaman atau mendambakan kenaikan gaji 😀 , kaloupun ingin lama bertahan di suatu perusahaan sy ingin memastikan bahwa sy bekerja lama di perusahaan sy sendiri …. aamiin

  4. Akhuna says:

    Wah, kalo nuruti gaji ngga akan ada habisnya. Bisa-bisa jadi kutu loncat seumur hidup. Kalo sudah seperti itu, tidak ada achievement yang kita dapat selain gaji. Dan yang lebih dikuatirkan lagi, tidak ada idealisme dalam pekerjaan. Sah-sah aja sih, cm bukan gw banget… 🙂

    Akhunas last blog post..Selamatkan Bangsamu, Jadilah Entrepreneur!

  5. aRul:
    Apapun, tentang benar salah bukan jadi issue di sini. Tiap orang berhak memilih apa yg menurut dia memang baik. Yg penting pd waktu ambil sikap udah tahu pertimbangan untung rugi baik buruk dlm jangka panjang 🙂

    yudha:
    Betul, klo masih mbujang emg lebih leluasa. Sementara ketika sudah punya tanggungan, jd banyak yg dipikirin 😉

    adit:
    wah wah… mantap pula ni Adit :mrgreen: Klo motifnya adalah agar jd lebih siap untuk berkiprah di perusahaan sendiri, itu tentu amat bagus sekali. Saya dukung 😎

    Akhuna:
    Betul sekali, Akhuna. Harusnya ini bukan melulu ttg gaji. Pencapaian achievement memang harus jadi pertimbangan yg dipentingkan. Btw, posting terbarunya keren tuh. Alhamdulillah kita bisa jadi bagian dari apa yg sampean maksud di tulisan 😛

  6. ghosty says:

    kalo sering pindah kerja, jadinya kita lebih untrusted betul ga mas. coz pada saat itu aku punya teman yang selalu gonta ganti bisnis. nawarin aku ini, terus ga lama nawarin lagi itu. begitu terus. akhirnya aku ga percaya lagi ma dia. belum berhasil, tapi gonta-ganti bisnis terus. ga konsisten

    ghostys last blog post..for you all my best pren

  7. yanti says:

    Saya… punya saudara yang bisa tiap bulan pindah kerja, ajaibnya… kerjaan + gaji yang baru meningkat terus dan terus…Apakah ini tidak berpengaruh pada kredibiltas ya????

  8. yanti says:

    Saya… punya saudara yang bisa tiap bulan pindah kerja, ajaibnya… kerjaan + gaji yang baru meningkat terus dan terus…Apakah ini tidak berpengaruh pada kredibiltas ya????kunungan balasan ya….

    yantis last blog post..Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah

  9. Sering pindah kerja memang bisa berdampak pada reputasi kita. Meskipun faktanya kita juga ndak bisa tahu apa isi hati orang ybs. Ada model orang yg pindah2 krn memang dia ngerasa belum menemukan apa2 yg dia cari. Jadi scr kenampakan luar dia tampak ndak konsisten dan plin plan. Dalam kasus mbak Yanti, meskipun gaji terus meningkat, tapi itu tentu akan ada titik jenuhnya. Akan ada masa di mana loyalitas dan reliabilitas dia dipertanyakan. Dan gimana2, ybs ndak akan bisa menjelaskan ke semua orang ttg alasan dari sikap yg dia pilih.

    Catatan: profesi di bidang teknologi informasi biasanya memiliki tingkat turnover (dan jumlah kutu loncat) yang tinggi dan relatif bisa lebih dimahfumi ketimbang profesi yang lain.

  10. infogue says:

    terimakasih, artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:http://karir-pekerjaan.infogue.comhttp://karir-pekerjaan.infogue.com/untung_ruginya_jadi_kutu_loncat_yg_pindah_pindah_kerjaanda bisa terus promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita dan beberapa pilihan widget lainnya yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  11. ian says:

    Saya sudah kurang lebih 5 tahun bekerja, sudah berpindah 3 kali perusahaan yg berbeda. sebenarnya sih pengennya menetap pada satu perusahaan. tapi apa yg terjadi tidak demikian, masing2 perusahaan tidak menunjukan kepada saya akan pencerahan (gaji/jabatan ). menurut saya, saya sudah sekuat tenaga dan pikirin tapi… saya gak tau menurut penilaian perusahaan gimana terhadap saya. apa karena saya tidak memiliki tittle sarjana ?

  12. bison says:

    klo aku sih pindah kerja mmg nyari yg passionnya pas. nah masalahnya yg pas itu kayak apa? jarang atao mungkin gak ada ya company yg ngasih kita kerjaan yg beda-2 misalnya sekarang di sales 2 thn kemudian pindah ke HRD 2-3 thn, Purel 4 thn sampe akhirnya kita tahu passion kita apa trus bilang ke HRD, Bos kayaknya gw cocok di jenis pekerjaan ini & pengin sampe pensiun! Bahagianya!!!

    • Chen says:

      Aq setuju dech sama mas bison. cb semua perusahaan nerapin kebijakn gitu ya, pasti kita tahu dech passion kita d pekerjaan mana, jd hidup di dalam pekerjaan yang dijalani gak monoton…. hihihi ngarep….

  13. Fhendra says:

    Tanya nih … jujur kondisi sekarang saya masih pada posisi berfikir. Saya sekarang bekerja di PMA yang besar (8 bulan) dan sedang diterima oleh PMA besar lainnya … bidang yang sama. Perusahaan tempat saya kerja sekarang belum punya sistem kerja yang baik yang membuat saya sempat gak enak kerja. Sementara perusahaan yang lainnya sudah memiliki sistem kerja yang fix. Harapan saya sih dengan fix system itu saya bisa mendpatkan job security, karena di sini model perusahaannya gampang hire & fire. Tolong masukannya yah …

  14. bison says:

    buat Fhendra: aku dah pindah kerja 5x hampir smua di PMA, saran sih ada untungnya kerja di company yg blm sistem fix. krn klo kamu bisa jd agen of change disitu kamu akan jadi ‘raja’ & selalu akan dikenang. saingan terberatmu adalah pegawai yg ‘gak begitu pintar’ tp bisa raih simpati bos. sedang bila di company yg fix, kamu hrs lebih strugle 2 fight krn utk capai yg lebih tinggi kamu hrs capai tahapan rumit yg sdh diatur company. mmg di company yg sistemnya fix kriterianya fair tp saingannya banyak & berat (banyak yg otaknya ‘encer’). bila kamu prestasi di company itu wajar & gak jd pahlawan krn mmg tuntutannya spt itu dan akan semakin besar dikemudian hari. silahkan pilih sendiri. salam.

  15. kojack says:

    menjadi pelompat…
    tulisan ini banyak menambah pengetahuan saya.
    Tidak tahu saya akan menjadi pelompat atau tidak kelak.

  16. amane kaoru says:

    hello….aku adalah salah satu pengangguran yang baru saja keluar dari pekerjaanku…ya mungkin bukan mengundurkan diri tapi memang tidak punya kamampuan dalam bagianku…aku jadi bingung?apakah aku tipe orang yang bosan dalam pekerjaan?tapi aku punya alasan tersendiri kenapa aku bisa keluar…mungkinkah aku punya kesempatan lagi dalam bekerja?…secara pribadi aku sudah tidak punya kepercayakan diri untuk melamar kerja lagi…

    tolong berikan aku solusi?

Trackbacks/Pingbacks

  1. Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja | Trustco Surabaya - [...] Silahkan membaca tulisan ini secara lengkap di: Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja [...]
  2. Pertanyaan tentang Kemampuan Manajerial Pada Tes Wawancara Kerja | AkhmadGuntar dot com - [...] bila Anda adalah kalangan kutu loncat dan sudah pegang posisi sebagai manajer, maka pertanyaan terkait kemampuan manajerial SDM akan…
  3. Pertanyaan tentang Kemampuan Manajerial Pada Tes Wawancara Kerja | Titian Bakat - [...] bila Anda adalah kalangan kutu loncat dan sudah pegang posisi sebagai manajer, maka pertanyaan terkait kemampuan manajerial SDM akan…

Leave a Reply to Akhmad Guntar Cancel reply