Tips buat Gamer: Cara ngeGame yg Seru & Bermanfaat

Salah satu tantangan produktivitas (terbesar?) para anak muda -mahasiswa juga termasuk- adalah kecanduan ngegame. Sedemikian jadi masalah sehingga memang pantas disebut kecanduan. Melalui tulisan ini, saya sama sekali tidak bermaksud menyuruh Anda untuk meninggalkan game jauh-jauh. Terus terang saja, saya sendiri adalah seorang gamer. Saya sudah mulai ngegame semenjak kelas 2 SMP, dengan sebuah komputer 386 SX . Dan bahkan sampai saya membuat tulisan ini pun (catt), saya masih bemain game Need For Speed Underground 2 ™ dan juga Counter-Strike ™ secara jaringan di kost2an .

Saya tahu persis bagaimana game Winning Eleven ™ bisa membangkitkan suasana girang, bersemangat, dan terpuaskan, khususnya bila dimainkan bersama teman. Bahkan tidak hanya orang yang bermain saja yang bisa terhibur, namun yang melihat pun bisa turut merasa girang. Saya masih teringat ketika ngegame Need For Speed Underground 2 ™, meskipun saya bermain single career mode, tapi di belakang dan samping saya ada delapan orang yang menonton saya bermain. Mereka semua pada bersorak ramai baik ketika saya berhasil mempercundangi musuh ataupun ketika saya dikalahkan oleh musuh dengan telak & memalukan . Sungguh, bermain game memang menyenangkan.

gebang-kidul-gamer

Kita bisa menjadi siapapun yang kita inginkan dengan game; menjadi polisi, tentara, agen rahasia, pilot, pembalap, pemilik bisnis, atau bahkan jadi the bad guy. Kita pun bisa memuaskan fantasi kita ketika bermain game role playing game.

* (catt) : Tulisan ini saya bikin sekitar akhir tahun 2001, waktu saya masih jd mahasiswa di ITS. Tidak ada modifikasi yg saya buat di sini, jadi game2 yg tertera di sini cukup ndak up-to-date.

Dan tepat karena saya adalah seorang gamer, saya tahu persis bagaimana rasanya kecanduan game. Saya tahu persis bagaimana game bisa menimbulkan sensasi riang, merasa tertantang dan bahkan percaya diri. Saya punya banyak sekali teman yang merupakan pakar dari Winning Eleven™, Counter-Strike™, Tekken™, dan game role-playing semacam Final Fantasy™ series. Mereka adalah orang-orang yang amat percaya diri –ketika berbicara tentang game- :mrgreen: .

chrono-trigger-rpg-dragon-ball

Saya pernah membaca karya ilmiah yang membahas tentang dampak negatif game terhadap pelajar. Saya tidak bermaksud menentangnya. Hanya saja saya kurang simpatik, karena sang penulis bukanlah seorang gamer. Dia nggak bisa menilai dari sudut pandang sang gamer. Dia bisa mendakwa buruknya game tapi nggak bisa memberikan informasi solutif dari sudut pandang sang gamer.

Bagi orang yang nggak punya pengalaman intensif ngegame, gampang saja bagi mereka untuk menyalahkan, memburuk-burukkan dan menjauhi game. Karena mereka belum mengerti. Karena mereka belum mengalami. Sehingga mereka hanya bisa melarang.

Bagaimanapun, saya tidak bermaksud membenarkan atau menyalahkan . Saya hanya ingin menginformasikan betapa game bisa jadi aktifitas produktif kalo saja kita tahu bagaimana memanfaatkannya. Yang jelas, kecanduan ngegame juga bisa jadi pembunuh masa depan secara perlahan, kalau saja kita tak mampu mengaturnya.

Manfaat Ngegame

Dalam bentuk yang produktif, ngegame bisa jadi aktivitas kuadran dua (menurut Stephen Covey), yakni wilayah Penting – Tidak Mendesak. Di wilayah inilah kita mempersiapkan diri kita untuk bisa lebih produktif untuk aktivitas yang lain. Kita bisa menyamakan ngegame dengan aktivitas nonton tivi, membaca komik atau aktivitas lain yang berfungsi untuk menghibur dan membuat diri menjadi lebih rileks.

Itu manfaat ngegame yang pertama. Selain itu, game juga dapat membantu kita dalam mempelajari bahasa asing. Perbendaharaan kata saya amat meningkat terutama ketika bermain Role Playing Game semacam Chrono Trigger dan Final Fantasy series ™ (Saya bahkan memainkan Final Fantasy seri 1, 2 dan 3 lho ). Dengan bermain game, saya memahami kosakata Bahasa Inggris dalam konteks cerita yang membuat saya mudah mengingatnya.

racing-game: cara ngegame yg benar

Dan saya juga kemudian menyadari bahwa ngegame 3D-Shooter semacam Hitman series™, Tom Clancy series ™ Half Life™ dan sejenisnya bisa meningkatkan keterampilan kita dalam berpikir analitis dan spasial.

Yang jelas, ngegame memang bisa melatih kita dalam berkonsentrasi. Siapapun yang main game strategi semacam Age of Empire ™ dan The Generals ™ tanpa konsentrasi yang memadai pastilah akan relatif mudah untuk dipercundangi .

Beberapa game juga bisa melatih kemampuan kita dalam merencanakan dan mematangkan daya kreativitas. The Incredible Machines ™, Tycoon Series ™ adalah contoh game yang melatih hal itu.

Lebih jauh lagi, ngegame itu lebih aman. Artinya, kita nggak perlu turun di jalan untuk bisa memuaskan hasrat untuk ngebut di jalanan semisal. Lagian, nggak semua dari kita punya mobil semacam Mazda RX-8, Nissan Skyline R34 GTR atau Mitsubishi Lancer Evolution VIII . Cukup ngebut aja di komputer atau console, kita sudah bisa memiliki berbagai mobil, bertarung di berbagai tempat di dunia, menghias mobil kita dengan berbagai aksesoris performance, body style atau visuals. Nggak perlu masuk rumah sakit dan keluar biaya perawatan dan juga perbaikan kalau semisal kita kecelakaan .

game-untuk-anak-kecil

Lalu, ada yang mengatakan bahwa game itu amat bagus untuk melatih keterampilan motoris seseorang. Saya pikir itu benar, tapi untuk para balita . Di masa pertumbuhan bayi, memang perlu ada ransangan-ransangan motoris yang dapat membuat sang bayi menjadi terlatih, dan game yang positif dapat menjadi salah satu pemicunya. Namun untuk para mahasiswa, saya khawatir ini malah menjadi sebab yang menjadikan mereka malas berolahraga secara riil. Jika dalam pelatihan saya bertanya kepada peserta tentang olahraga favorit mereka, maka kebanyakan pria menjawab, “Sepak Bola”. Tapi kebanyakan dari mereka pun ternyata tidak pernah secara riil melakukan olahraga itu. Satu-satunya gerak olahraga yang mereka lakukan hanyalah berkisar pada gerakan jari pada gamepad atau keyboard dengan Winning Eleven di kamar mereka :mrgreen: . Dan itu tentu saja bukanlah sebuah olahraga, bukan?

Apa itu Kecanduan Ngegame

Mengapa saya berani mengatakan bahwa ngegame dapat menjadikan Anda seorang pecandu? Karena memang benar semacam itu realitanya. Anda dikatakan sedang kecanduan game bila:

  1. Anda merasa bersalah apabila tidak ngegame dan segera menamatkannya.
  2. Anda merasa bergairah hanya bila Anda berinteraksi dengan komputer atau console dan kemudian ngegame
  3. Bila ngegame menjadi fokus utama dan menyerap perhatian dari mayoritas waktu keseharian Anda
  4. Lintasan pikiran dan ingatan tentang game membuat Anda susah berkonsentrasi terhadap hal selain itu
  5. Bila Anda amat mengandalkan game untuk menghilangkan (baca: melupakan) rasa sakit akibat permasalahan pribadi, BeTe, murung dan berbagai emosi negatif lainnya
  6. Bila Anda terlalu menjadikan game sebagai sumber rasa aman, rasa percaya diri dan juga harga diri
  7. Bila ternyata banyak sekali masalah yang justru Anda tinggalkan, karena Anda lebih suka ngegame daripada menghadapi masalah
  8. Bila tubuh Anda semakin tak sehat karena jam ngegame yang terlalu banyak, sementara Anda malas makan dan berolahraga
  9. Bila Anda lebih suka ngegame ketimbang berinteraksi dengan orang lain. Atau bahkan lebih buruk lagi, Anda lebih suka ngegame ketimbang berinteraksi dengan Sang Pencipta

Bila lantas sekarang kita perhatikan ciri-ciri orang yang kecanduan ngegame seperti di atas, maka pertama kita perlu mengevaluasi diri kita, apakah kita memenuhi kriteria di atas?

Baik, kalo sudah ketahuan bahwa kita adalah seorang pecandu semisal, so what gitu?

metal-gear-solid-game-terbaik

Tips untuk para Gamer: Cara ngeGame yg Memuaskan

Berikut adalah tips dari saya berkaitan dengan game, berlaku baik untuk para mahasiswa atau pelajar, tua atau muda :

1. Game adalah aktivitas kuadran 2, pastikan tidak menjadi kuadran 4

Kita yang menanam, kita juga yang menuai. Jika aktivitas ngegame kita benar-benar adalah aktivitas hiburan, maka pastikan bahwa itu tidak dilakukan secara berlebihan.

Mengacu pada konsep manajemen waktu Stephen Covey, maka terdapat empat kuadran manajemen waktu. Saya hanya ingin mengatakan, bahwa ngegame dapat menjadi bagian dari kuadran 2 (penting-tidak mendesak) bila hal itu bisa membuat kita lebih siap untuk melakukan hal produktif yang lebih besar. Namun ngegame bisa menjadi bagian dari kuadran 4 (tidak penting-tidak mendesak) bila kita terlalu berlebihan atasnya.

Upayakan sejauh mungkin bahwa ngegame merupakan aktivitas hiburan pengganti, bukan tambahan. Artinya, pastikan waktu hiburan kita tidak memakan waktu produktif untuk perihal yang lain. Jika waktu hiburan kita adalah tiga atau empat jam tiap hari, semisal, dan kita sudah menggunakan tiga jam untuk nonton tivi, maka berrarti kita hanya punya satu jam saja untuk ngegame.

Saya sendiri cenderung tidak memilih televisi sebagai sarana hiburan. Ketika saya ngegame, saya tidak menonton televisi. Apalagi acara televisi sekarang makin banyak yang aneh, yang membuat kita begitu pengen melihatnya tapi bisa jadi malah mendatangkan keburukan.

2. Fokuskan untuk menikmati prosesnya, jangan tergoda untuk lebih menikmati hasil/ending.

Pastikan bahwa kesenangan Anda bermain game adalah pada proses ketika memainkannya, bukan pada pada saat Anda menamatkannya. Hal ini amat penting, mengingat banyak gamer yang merasa terbebani untuk menamatkan dengan segera game yang dia mainkan. Kepuasan baru dia rasakan terutama bila sudah melihat ending dari game itu.

Nah, terus terang aja hal ini cukup menyiksa. Kalau kita pengen jadi orang yang bahagia, kita harus memiliki banyak sumber kebahagiaan. Dan rasa tanggung jawab yang memaksa untuk menamatkan game dengan segera cukup bisa merusak kepuasan kita dalam ngegame.

Coba Anda pahami betul-betul apa yang membuat Anda menikmati game tertentu. Ketika Anda main game balapan, jangan terdorong untuk lebih menikmati kemenangan. Jangan mengharuskan Anda selalu menang. Coba sadari bahwa kenikmatan game racing adalah proses balapan itu sendiri, dimulai dari saat start, pertarungan yang terjadi, akselerasi dan suara mesin yang menderu, gerak cepat yang lihat di depan Anda dan seterusnya. Jadikan itu sebagai sumber kesenangan Anda lebih daripada ending dari game itu. Kalo kesenangan Anda hanya atau lebih pada saat kemenangan atau ending game, maka bisa dipastikan Anda tidak cocok main game racing.

Game fighting juga sama, nikmatilah pertarungannya lebih daripada siapa yang menang. Jadilah seperti Son Goku di Dragon Ball. Dia itu, terlepas dari apakah dia merasa bisa menang apa nggak, dia tetap feeling so excited, karena yang membuat dia senang adalah bertemu lawan yang tangguh dan bertarung melawannya 😛 . Kenikmatannya adalah pada pertarungan yang seru dan penuh semangat.

Coba Anda terapkan hal ini pada genre game yang lain. Dengan sikap semacam ini, Anda akan terbebas dari perasaan bersalah ketika tidak segera atau tidak berhasil menamatkan sebuah game. Dengan begini, Anda punya lebih banyak waktu untuk memainkan game itu.

Saya sendiri menamatkan game Final Fantasy VIII ™ selama tiga tahun, menamatkan Metal Gear Solid 2 ™ selama 5 bulan, dan sekarang (th 2001) sudah lebih dari tujuh bulan saya bermain Final Fantasy IX ™ dan dua bulan bermain Need For Speed Underground 2 ™ 😛

3. Game dimaksudkan untuk menghibur, bukan malah mbikin stress

Ini adalah kaidah yang amat sangat penting. Kaidah ini mengartikan, cheating itu diperbolehkan! Bermain pada level novice atau very easy itu tidaklah haram! Beneran . Jangan tersiksa oleh keinginan untuk jadi jagoan di mata teman-teman sampai-sampai Anda nggak bisa menikmati proses bermain game.

Tujuan game itu kan untuk menghibur. Jadi kalau dengan ngegame kita malah jadi stress atau tambah BeTe, itu namanya salah kaprah. Buat apa ngegame kalo begitu. Iya, nggak? 😎

Ingat, Pertama, Anda tidak butuh pengakuan dari orang lain untuk bisa menikmati game! Jika Anda masih nurutin perkataan teman, “Kamu bukan gamer sejati kalo ngecheat atau bermain di level easy”, terus terang saya katakan, Anda akan susah menikmati game. Standardnya terlalu tinggi dan menyusahkan.

Dan lantas yang Kedua, Anda tidak butuh jadi pakar untuk bisa menikmati game. Jangan tersiksa ngeliat teman main Metal Gear Solid atau Onimusha dengan difficulty-level paling tinggi. Anda mainkan aja dengan difficulty level paling ringan. It’s OK, yang penting Anda enjoy dan happy .

Dan akhirnya yang Ketiga, jika Anda butuh effort yang amat lama untuk bisa menguasai suatu game, maka belajarlah untuk bisa menikmati game hanya dengan melihat orang lain memainkannya.

Salah satu game yang saya sukai adalah Tekken. Dan seperti game fighting yang lain, saya merasakan kesenangan ketika bisa bertarung dengan indah, terserah nanti siapa yang menang . Kalaupun saya pengen menamatkan, toh bisa diatur difficulty level menjadi yang paling mudah. Tapi ada satu masalah, saya kurang ahli dalam memainkannya. Dan butuh waktu yang tidak sebentar kan untuk bisa menguasai jurus-jurus indah dalam Tekken. Maka untuk benar-benar bisa menikmati, saya memilih untuk melihat teman saya yang sudah jago dalam memainkan jurus-jurusnya. Kalau sudah begitu, siapapun yang menang saya bisa selalu bahagia :mrgreen: . Enak deh rasanya 😛

4. Anda tidak harus memiliki komputer yang canggih untuk bisa bermain game

Malahan, sebenarnya Anda juga tidak perlu memiliki komputer untuk sekedar bisa ngegame. Karena memang banyak para mahasiswa yang mbela-belain beli komputer cuman dibuat ngegame.

Nggak usah memaksakan diri beli processor tingkat tinggi, graphic card yang bagus, sound card 8 channel dan sebagainya, kalau memang Anda terlalu memaksakan diri untuk itu. Kalo dalihnya untuk mengerjakan tugas, kecuali Anda dari jurusan desain, maka komputer setara Pentium III kan sebenernya sudah cukup kan.

Game apa yang nggak butuh spesifikasi canggih? Ya tentu saja banyak. Mulai dari game standard yang ada di Windows sampe game semacam Zuma.

5. Pastikan Anda tidak menjadi pecundang di kehidupan nyata.

Saya berani mengatakan diri saya ini jagoan pada game genre First Person Shooter dan Racing, lebih karena saya sudah merintisnya sejak SMP . Meskipun bukan yang terhebat kalau turun di Underground League, tapi saya masih cukup piawai dalam memainkan Counter Strike. Dan dengan senantiasa menggunakan manual transmision, saya juga cukup handal dalam memainkan game Racing semacam Need for Speed.

Tapi apakah reputasi jagoan itu membuat saya menjadi sang winner dalam kehidupan nyata? Sayang sekali tidak. Jangan sampai game menimbulkan rasa percaya diri yang semu.

Kita boleh dan memang bisa menjadi seorang master di Counter Strike, Winning Eleven, Need for Speed atau yang lain. Tapi pastikan kita tidak menjadi pecundang di kehidupan riil saat ini dan masa depan. Pastikan pembelajaran diri kita tercukupi. Jangan sampai kita tertinggal oleh teman-teman.

Anda juga harus berhati-hati untuk tidak menjadikan game sebagai sumber pembentukan kepribadian Anda.
Anda boleh2 saja banyak ngegame kalau saja aktivitas itu bisa menjadi ladang karier Anda.

kemaruk-kecanduan-game

6. Game bukanlah tempat pelarian masalah

Game bukanlah Problem Solving, apalagi tempat pelarian dari masalah. Nilai akademis Anda jeblok, tanggung jawab Anda di kemahasiswaan terlalaikan, kehidupan sosial berantakan, maka game bukanlah problem solving untuk itu semua. Tapi saya sepakat bahwa ngegame bisa membuat Anda lebih santai, sehingga dalam kondisi itu Anda jadi lebih mampu mengatasi masalah.

Pastikan ketenangan & kesenangan hati Anda yang utama tidak bersumber dari game, karena memang tidak bisa. Jika Anda pengen hati tenang, maka mintalah pada Dzat yang menguasai dan mampu membolak-balikkan hati kita. Mintalah ketenangan hati dengan banyak mengingat-Nya, dan jadilah orang yang pandai bersyukur.

Jangan sampai gara-gara kecanduan game, Anda kehilangan banyak waktu Anda untuk meningkatkan kualitas diri demi masa depan dan kapasitas diri Anda dalam memberikan kontribusi. Jangan sampai game merusak kehidupan sosial Anda. Jangan sampai game lebih Anda utamakan daripada kepatuhan Anda kepada orang tua. Jangan sampai game menggerogoti sebagian besar waktu Anda dan mendominasi lintasan pikiran Anda.

Ingat, kita semua memiliki waktu yang sama, 24 jam setiap hari. Hal yang membedakan adalah bagaimana kita memanfaatkannya. Apakah kita menjadi Luar Biasa atau biasa-biasa saja amat tergantung pada bagaimana kita memanfaatkan waktu kita.

Ngegame tu fun dan OK, yang penting jangan sampai itu membuat masa depan Anda terbengkalai gara2 lalai mengasah diri.

[tags]produktivitas, game, gamer, manajemen waktu[/tags]

banner ad

12 Responses to “Tips buat Gamer: Cara ngeGame yg Seru & Bermanfaat”

  1. ulan says:

    wakakakakkakakka..
    aku kira semua nya itu penampakan..
    ups..
    *kabur*

    ulans last blog post..shut the bersetubuh up

  2. Akhuna says:

    Sehebat-hebatnya game bikin otak dari stres menjadi fresh, tapi game tetap ndak bisa membikin fresh yang namanya mata. Kalo sudah gitu, tidur is the next best thing… 😀

  3. infogue says:

    terimakasih, artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:http://marketing.infogue.comhttp://marketing.infogue.com/a_creative_marketing_strategy_for_new_music_album_launchinganda bisa terus promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita dan beberapa pilihan widget lainnya yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  4. Yudha bs says:

    Saya sendiri dulu pecandu games, cuman satu pengalaman saya. Games itu tidak akan menyelesaikan masalah. Justru menambah masalah.. :D. Wong kerjaan jadi gak selesai

  5. sagung says:

    game juga jadi sumber inspirasi lho……tidak 100% benar atau 100% salah. Yang jelas, semua hal yang berlebihan itu nggak baik.

    sagungs last blog post..Membuat Daftar Isi di Office itu mudah

  6. Menik says:

    saya dulu seneng banget ngadu Championship Manager sama kakak saya..terkadang sampe jam 1 malem :)tapi sekarang ga ada waktu euy 🙁

    Meniks last blog post..Terimakasih Yaa Allah…

  7. Rosyidi says:

    Wah pak guntar jago ngegame juga ternyata 😀

  8. fenny says:

    hehe i’m so addicted to the sims 2 (game dgn penjualan paling laris di dunia) game simulasi tentang manusia, yang bisa, mati, nikah, punya anak, punya anjing, buka toko, punya musuh, kemalingan, bikin rumah dan lain lain. Tapi untungnya guilty pleasure ini bisa berubah menjadi manfaat, How? soalnya di game ini kita bisa menata interior rumah (mulai dari perabot, dinding, lantai, n lighting) yang jauh…jauh..jauh.. lebih mudah daripada mbikin interior pake sketchup/autocad/3D max. Hasilnya pun juga jauh lebih keren n efisien waktu (bisa di-jpeg low). Kita cuman tinggal milih mo cat dinding kaya gimana, mo perabot gaya minimalis ato gaya country semua ada, tinggal pick n place. Mulai dari tugas kamar asrama sampe interior studio tugas akhir seniorku aku bikin pake The SIMS 2 hehehe…sambil ngeGame sambil Ngerjain tugas hehehe ada lagi gak ya game yang kaya’ gini?

  9. Awan Dwi Darmawan says:

    Ah iya penulisnya ini jago FPS lho (Game HALO Combat Evolved belum disebutin juga tuh!!). Untung foto saya ga masuk. I’m game addict (dulunya). Hehehe… Berhentinya waktu komputer uda ga memadai lagi buat game2 baru dan bosan dengan game2 lama (keadaan terpaksa selalu membuat kita berubah). Akhirnya nge-game sekarang cuma Sudoku, DotA (kalo ada temen mainnya)… Yang jelas sekarang saya mencoba untuk lebih menikmati proses daripada endingnya. Postingan yang bagus mas Guntar!!

  10. pam says:

    saya tidak ingin mengomentari tentang game, tetapi lebih tertarik dengan gambar yang dipasang pada halaman ini, membangkitkan kenangan lama, saat2 dimana tindakan bodoh masih diperbolehkan, dan tidak ada konsekuensi apapun dari tindakan itu…nb: saya sudah bukan zuma master lagi, rekor saya telah dipatahkan ibunda di rumah:(

  11. ada yang manfaat lebih spesifik gitu,misal manfaat game dalam peningkatan kosakata.lebih detail maksudnya.salam kenal ya…kunjung balik,oke

    baitul alimavs last blog post..Iklan rokok dalam dunia anak dan remaja

  12. Seo Services says:

    Really great informative blog post here and I just wanted to comment & thank you for posting this. I’ve bookmarked youi blog and I’ll be back to read more in the future my friend! Also nice colors on the layout, it’s really easy on the eyes.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tips buat Gamer: Cara ngeGame yg Seru & Bermanfaat | Trustco Surabaya - [...] Anda seorang gamer? atau punya teman atau putra putri gamer? Silahkan membaca tulisan ini secara lengkap di: Tips buat…

Leave a Reply