Pertanyaan ttg Keluarga & Pribadi pada Tes Wawancara Kerja

Dalam tes wawancara kerja, pertanyaan pribadi dan keluarga bisa jadi menantang krn bisa membuat diri jadi kelabakan, khususnya bila sudah menyangkut wilayah2 sensitif seperti status dan latar belakang keluarga. Meskipun kebanyakan pertanyaan di wilayah ini hanya berpengaruh kecil pada penentuan kompetensi, tapi wilayah ini akan menjadi dasar terkait attitude dan kebiasaan profesional Anda. Pertanyaan ini juga bisa menjadi penentu mood dan persepsi awal pewawancara sebelum melanjutkan ke pertanyaan2 berikutnya.

Anda bisa gunakan contoh jawaban berikut ini untuk dijadikan semacam gambaran dan template yang masih bisa dimodifikasi dan disempurnakan. Meskipun jawaban ideal bisa Anda sampaikan dengan persiapan yg cukup, namun tentu sebaiknya jawaban Anda didasarkan pada kenyataan bahwa jawaban Anda memang mencerminkan diri Anda yg sebenarnya. Sehingga ketika Anda mengetahui bahwa ada jawaban dalam pertanyaan wawancara berikut yg ternyata belum sesuai dg diri Anda, maka sikap Anda adalah, “Berarti aku harus bisa menjadi spt yg akan aku ucapkan ini” :-P

Anda tidak sebaiknya menjadi siapapun yg bukan diri Anda pada tes wawancara, misal dg berbohong atau merekayasa jawaban. Karena jika Anda lolos diterima dg tidak menjadi diri sendiri, maka bukan diri Anda sendiri jugalah yg akan bekerja nanti. Dalam kondisi semacam itu, pasti Anda akan merasa gerah dan tak nyaman.

Jawaban berkualitas pd tes wawancara kerja hanya bisa keluar dari mulut orang yg berkualitas. Shg tujuan besar dg mengetahui template jawaban ini bukanlah utk meningkatkan kompetensi mulut utk berbicara :mrgreen: , melainkan meningkatkan kualitas diri shg mulut ini bisa kita biarkan ‘blak-blakan’ ketika berbicara :cool:

Pertanyaan Terkait Keluarga

1. Sebutkan pekerjaan orang tua Anda?

Pikirkan jawaban Anda dg cermat. Hindari ucapkan sesuatu yg bernada negatif, seperti “Ayah saya cuma seorang tukang bersih-bersih” atau “Ibu saya nganggur di rumah” atau “Ibu saya tidak bekerja”. Ini bisa terjadi bila Anda mengandalkan spontanitas ketika menjawabnya -tidak melatihnya dulu- sementara Anda berada dalam kondisi PeDe yg lemah. Tunjukkan kebanggaan atas latar belakang keluarga meskipun itu semisal sangat sederhana: “Ayah saya adl seorang penjaga kebersihan, dan ibu saya adl seorang ibu rumah tangga yg aktif.” Tapi hati-hati untuk tidak berlebihan sehingga terkesan congkak juga lho. Jangan sampai ada kesan bahwa Anda merasa kompeten atau jagoan mentang2 orang tua adl orang -yg menurut perkataan Anda- berpangkat & terpandang.

Pertanyaan ttg Keluarga & Pribadi pada Tes Wawancara Kerja

2. Apakah Anda masih tinggal bersama orang tua?

Klo emg iya ya ga papa to. Yang penting berikan kesan bahwa Anda telah membuat pengaturan yg menunjukkan tanggung jawab alih2 ndak bondo.

“Iya, saya tinggal bersama kedua orang tua. Kami membuat pengaturan bahwa beban listrik dan air saya yang tanggung, sementara biaya perawatan rumah orang tua yang tanggung. Pengaturan semacam ini membuat saya masih bisa mengalokasikan pemasukan bersih saya untuk pengembangan diri seperti untuk membeli buku atau mengikuti berbagai training dan seminar”.

(ndak usah ngaku klo uangnya juga dibuat utk beli novel, komik atau DVD PS2 :mrgreen: )

3. Seberapa jauh rumah Anda dari sini (kantor)?

Jika Anda pas tinggal di tempat yg emang juauh dari kantor, ada baiknya Anda katakan bahwa Anda bersedia mencari tempat yg lebih dekat dengan kantor. Terutama bila Anda melamar pada kerjaan yg membutuhkan kehadiran sewaktu2 (misal surveyor).

“Jarak dari rumah ke sini 8 kilometer tepat, terhitung dari pintu rumah ke gerbang kantor. Dan pagi ini sudah saya catat: jarak tersebut saya tempuh selama 47 menit”

atau

“Berkendara dengan motor dari rumah butuh waktu sekitar 1 jam 50 menit, untuk jarak 18 kilometer dari rumah saya ke sini. Itu dengan pertimbangan kemacetan tidaklah terlalu parah. Saya tidak keberatan berkendara jauh dua kali sehari – toh saya sedari dulu suka memulai aktivitas lebih awal. Namun jika saya diterima di sini, bisa jadi saya akan mempertimbangkan untuk pindah di daerah sekitar sini”.

4. Berapa banyak waktu yg Anda habiskan bersama keluarga?

Perlu hati-hati juga untuk menjawab pertanyaan ini. Anda bisa jadi sedang diwawancara oleh interviewer yang work-oriented dan punya prinsip bahwa pekerjaan adalah segala-galanya, atau bisa jadi Anda diwawancara oleh mereka yang amat mementingkan keluarga. Sebelum Anda menjawab, coba Anda lihat-lihat dulu ruangan sekitar Anda (sebaiknya segera setelah Anda masuk ke ruangan). Apakah di sana ada foto keluarga, aksesoris meja yang itu terkesan dibuat oleh anak-anak, atau yg lain. Yang berikut ini adalah jawaban umum. Silahkan Anda modifikasi sendiri.

“Saya rasa saya biasa menghabiskan waktu yg cukup dengan keluarga saya. Bagi saya, keluarga itu penting. Adalah keterikatan yang kuat dengan keluarga yang membuat saya amat temotivasi untuk sukses dalam karir. Keluarga saya adalah inpsirasi saya dalam bekerja keras.
Saya juga miliki tanggung jawab yg besar pada pekerjaan saya, seperti halnya tanggung jawab saya pada keluarga. Dan hal ini telah dimengerti dengan baik oleh keluarga saya. Keluarga saya memahami bahwa saya memiliki komitmen profesional yg harus dijaga terkait dengan karir dan pekerjaan.”

5. Menurut pendapat Anda, pernikahan yg sukses itu seperti apa?

Meskipun Anda belum menikah misal, mestinya Anda sudah punya gambaran tentang hal ini.

“Saya pikir pernikahan yang sukses itu adalah pernikahan yang didasarkan atas rasa saling menghormati dan percaya satu sama lain, dengan cukup waktu untuk saling berbagi, berkomunikasi satu sama lain, dan juga memberi. Klo salah satu anggota keluarga tidak bisa mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka, pernikahan itu akan jadi menyengsarakan.
Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif untuk saling memahami kebutuhan satu sama lain dalam hubungan keluarga sesungguhnya mengajari kita untuk bisa sukses dalam pekerjaan. Lebih dari itu, pernikahan yang sukses akan mendorong kita untuk bisa lebih melesat di karir dan pekerjaan. Seluruh orang sukses yang saya tahu mengawali sukses karir mereka dari keluarga. Sehingga saya pikir pernikahan yg sukses patut untuk dicapai.”

Selanjutnya adalah pertanyaan terkait manajemen pribadi. Silahkan ke halaman 2.
banner ad

7 Responses to “Pertanyaan ttg Keluarga & Pribadi pada Tes Wawancara Kerja”

  1. arifay says:

    Inspiratif, walau sederhana. Perbanyak tips seperti ini. Dengan sedikit ketelitian dan koreksi pada ejaan dan penggunaan bahasa yang lebih baku – tapi tidak kaku – tulisan-tulisan berikutnya akan lebih berkesan. Insya Allah.

    arifay’s last blog post..Untuk Apa Sekolah?

  2. aRuL says:

    mas kalo misal nih diinterview sebuah bank, “kamu suka kerja di bank, atau yg terkait dengan keilmuanmu?” yah ditanya itu kita seorang lulusan teknik gitu mas, gimana jawabnya?:D

    aRuL’s last blog post..Pemulung berteknologi

  3. Akhmad Guntar says:

    Arifai:
    Matur suwun atas nasehatnya :-P. Saya nantikan tulisan sampean berikutnya di blog baru sampean. Semoga saya bisa membuat tulisan yg bermanfaat meski dg gaya tulis berantakan kayak gini :mrgreen:

    aRul:
    Sebenernya ntar ada sendiri pokok bahasan pertanyaan terkait kompetensi. Tapi klo mau lgs konkrit, maka jawabannya gini kira2,”Saya suka bekerja di bidang yg saya punya kompetensi, reputasi dan pengalaman di dalamnya serta yg saya enjoy ketika menjalaninya”. Lho, itu kan ndak ada di opsi? …. False Dilemma, brother.. jangan hanya terpaku pada salah satu dari dua pilihan yg diberikan :wink:

  4. irwan says:

    bagaimana kalo mas mwnjawab semua pertanyaan pada interview kerja, agar bertambah wawasan sy…bagus sekali artikel-artinya nya…. tp sy krng puas

  5. kurniawan says:

    mas, kalau  saya cadel, gmana? coz saya agak ga yakin kalo di interview

  6. tony says:

    tengkyu………..
    artikel’a bagus2
    Mo izin ngopy

  7. bud says:

    thanks

Trackbacks/Pingbacks

  1. trustcosurabaya.com » Blog Archive » Pertanyaan ttg Keluarga & Pribadi pada Tes Wawancara Kerja - [...] Anda bisa membaca tulisan ini di link berikut ini: Pertanyaan ttg Keluarga & Pribadi pada Tes Wawancara Kerja [...]
  2. Tips Negosiasi Gaji pada Tes Wawancara Kerja | Trustco Surabaya - [...] meskipun tips terkait cara menjawab pertanyaan interview belum usai, tapi saya rasa issue terkait bagaimana menegosiasi gaji pada tes …
  3. Pertanyaan terkait Latar Belakang Pendidikan pd Tes Wawancara Kerja | AkhmadGuntar dot com - [...] tentang latar belakang pendidikan memang tidak sesensitif pertanyaan terkait pribadi dan keluarga. Tapi ternyata bagian ini masih bisa membuat …
  4. Pertanyaan terkait Latar Belakang Pendidikan pada Tes Wawancara Kerja | Trustco Surabaya - [...] tentang latar belakang pendidikan memang tidak sesensitif pertanyaan terkait pribadi dan keluarga. Tapi ternyata bagian ini masih bisa membuat …
  5. Tips Negosiasi Gaji pada Tes Wawancara Kerja | Titian Bakat - [...] meskipun tips terkait cara menjawab pertanyaan interview belum usai, tapi saya rasa issue terkait bagaimana menegosiasi gaji pada tes …
  6. Pertanyaan terkait Latar Belakang Pendidikan pada Tes Wawancara Kerja | Titian Bakat - [...] tentang latar belakang pendidikan memang tidak sesensitif pertanyaan terkait pribadi dan keluarga. Tapi ternyata bagian ini masih bisa membuat …

Leave a Reply