Langkah Bayi dalam GTD

Saya baru mulai menerapkan konsep Getting Things Done sejak pertengahan April 2007. Di saat awal dulu, salah satu masalah terbesar yang saya hadapi manakala coba untuk mengimplementasikan sistem Getting Things Done adalah dalam menerapkan apa yang sudah dipelajari secara bertahap dan konsisten. GTD adalah sistem yang sedemikian komplit, sedemikian rupa dia jadi tidak mudah untuk menerapkannya secara komplit secara cepat.

Kapankah godaan2 itu muncul?

Kalau saya, yakni manakala lalai dalam merekam ke dalam catatan beragam urusan dan alih-alih tetap menyimpannya di ingatan, atau ketika facebook dan twitter tiba-tiba begitu menghabiskan waktu produktif saya di depan komputer di satu hari tertentu, dan juga manakala saya merasa lebih suka nonton film aja ketimbang melakukan review mingguan. Setiap orang mungkin pernah mengalami masalahnya sendiri2 dalam mengimplementasikan GTD.

Nah, adalah penting bagi kita untuk memahami GTD sebuah sistem kebiasaan disiplin. Tak ada yang bilang bahwa menerapkannya akan begitu mudah. Agar manfaatnya didapat secara maksimal, kita harus merubah beberapa kebiasaan kita. Tak hanya itu, cara pandang kita akan produktivitas pun juga perlu dicerahkan.

Apa sih yang bisa terjadi manakala upaya pembiasaan ini mulai dilakukan? Ada kalanya kita meleng dan jatuh, dan malah kerap barangkali. Tapi yang namanya sukses kan dilihat dari kemampuan kita untuk bangkit berdiri lagi. Kuncinya adalah berkomitmen untuk bisa konsisten. Dan untuk membangun konsistensi dalam mengubah kebiasaan, itu artinya kita harus begitu perhatian pada hal-hal kecil.

Tanya saja para pelatih olahraga kawakan, dia pasti akan katakan bahw tim juara itu membangun kompetensinya dari penguasaan akan hal-hal yang bersifat fundamental. Atlet bela diri pasti akan mematangkan posisi kuda-kudanya, atlet basket pasti akan membetulkan cara dia mendribel bola secara benar. Adalah hal-hal kecil yang membedakan antara sang juara dengan pecundang dan peraih prestasi rata-rata. Manakala hal-hal dan urusan kecil sudah dikuasai, maka itu menjadi syarat layak untuk naik ke tingkatan berikutnya.

Terkait GTD, mulailah langkah bayi Anda dengan mereka semua urusan yang Anda punya dalam sistem yang terpercaya, entah dalam bentuk catatan manual ataupun elektronik, di handphone, PDA atau komputer. Dan lalu cobalah untuk secara rutin memeriksanya secara kerap berkala. Anda bisa memulainya setiap satu tau malah dua hari sekali.

Ingatlah bahw manakala kita terus bersikap konsisten pada hal-hal yang kecil…yakni bagian fundamentalnya.

banner ad

One Response to “Langkah Bayi dalam GTD”

  1. sip
    konsisten dari hal2 yang kecil…..