Kiat Produktivitas #10: Sudah, Jangan Kebanyakan Mikir, Ntar Malah Ruwet

Kiat Produktivitas #10: Sudah, Jangan Kebanyakan Mikir, Ntar Malah Ruwet
Pernahkah Anda berada dalam kondisi di mana Anda tidak kunjung bergerak dan ambil tindakan gara-gara ngerasa masih ada (banyak) hal yang perlu dipikir masak-masak? Cepat atau lambat, ini akan jadi penyakit bagi produktivitas. Habis mbaca buku -katakanlah lima- yang dipikir banyaak banget. Sebegitu banyaknya sampe-sampe apa yg sudah dibaca tak sempat diubah menjadi suatu hal yg punya manfaat konkrit dan aplikatif.

Keterampilan kebanyakan-mikir adalah kemampuan untuk membuat apa-apa yg awalnya biasa saja jadi luar biasa rumit. Suatu masalah dilihat dari seluruh cara pandang yg bisa ditemukan, dan lalu dg sengaja membuat buat cara pandang baru yg jadikan urusan jadi tambah ruwet.

Entah bagaimana membahasakannya dg baik ke bahasa Indonesia:

“It’s time to poop or get off the pot.”


Mikir mikir, Sebanyak Apapun Itu, Tetap Tak Bisa Gantikan Tindakan

Memangnya orang yg banyak mikir bisa menggantikan action? Tentu tidak, kan. Tanpa bener-bener ambil tindakan apa yang kita inginkan yang nggak kan bisa didapet. Risiko kala mengambil tindakan memang kentara, beda dg yg sekedar dipikir doang.

Ntar Bisa-Bisa Tambah Ruwet Lho, Gara-Gara Anda Sendiri

Apakah urusannya begitu ruwet dan susah? Mungkin kan ya. Tapi Anda perlu renungkan baik-baik, jangan2 adalah Anda sendiri yg sudah membuatnya jadi tambah ruwet. Dengan kebanyakan berpikir kita bisa membuat masalah yg awalnya simpel jadi ruwet di kepala. Bayangkan saja, masalah yg ruwet saja sudah cukup mbikin kita males untuk menindaklanjutinya. Lantas bagaimana lagi bila urusannya sudah amat sangat ruwet, pasti tambah buerat lagi untuk sekedar meliriknya.

Untuk mereka yg suka bergumul pada masalah, semakin berat dan sukar suatu masalah, kesannya semakin keren. Rasa-rasanya penting, baik masalahnya maupun orang yg memiliki masalah itu. Tapi benarkah ini kemudian jadi benar2 berguna?

Tak usah khawatir kehabisan masalah yg punya derajat “kepentingan” tinggi. Setiap kita pasti punya masalah, bukan? Tatkala seseorang masih bersibuk untuk berkutat pada masalah yg remeh temeh -yg dg sengaja ataupun tidak dijadikannya ruwet nggak keruan- maka dia tak akan pernah naik derajatnya, kualitas dirinya, untuk menangani masalah2 yg memang bener2 penting.

Kinerja Anda Akan Jadi Payah

Kebanyakan mikir bisa malah mbikin urusan jadi ruwet. Dengan begitu, kita akan jadi gugup, resah ndak keruan dan mulai mempertanyakan banyak hal gara-gara nggak yakin. Ntar jadinya juga akan lebih susah untuk berkonsentrasi pada suatu urusan manakala kita sudah terjebak pada kebiasaan kebanyakan mikir. Yang sering terjadi adalah tak bisa benar-benar konsen pada urusan di depan mata -yg saat ini terjadi- karena bingung mikirin ini dan itu atas urusan lain.

Hasilnya? Performa dan kinerja menurun drastis.

Secara umum, kebanyakan mikir hanya akan membuat…

  • Proyek jadi tambah ruwet
  • Waktu banyak terbuang
  • Mematikan produktivitas
  • Membuat urusan jadi lebih susah untuk ditangani
  • Jadi lebih sedikit tindakan yg muncul
  • Bisa bawa ke kegagalan

Kiat Produktivitas #10: Sudah, Jangan Kebanyakan Mikir, Ntar Malah Ruwet

Bagaimana Cara Agar Tak Jadi Kebanyakan Mikir?

1. Sadar Diri

Hal terpenting adalah nyadar diri, mengakui bahwa kita ni orangnya memang cenderung kebanyakan mikir. Kita sadar, dan pahami itu dalam keseharian. Pasang saja post it atau desktop wallpaper yang bertuliskan “Jangan kebanyakan mikir. Take Action!” atau apalah yg lain.

Hanya dengan sadar diri ini lah kita kemudian akan bisa dg sadar berhenti sejenak dan melakukan hal yg lebih produktif ketimbang “sekedar” mikir. Dalam jangka panjang, ini akan benar-benar menghemat waktu produktif kita hingga beberapa jam untuk setiap momen berpikir.

2. Pasang Tenggat untuk Ambil Keputusan

Alih-alih mikir sampai berhari-hari, cobalah pasang tenggat -katakanlah- 30 menit atau sejam saja untuk berpikir. Setelah itu, ambillah keputusan.

3. Hiduplah di Saat Ini

Janga menerawang terlalu jauh ke depan, jalani saat ini dan hadapi apa yang di depan mata. Jadilah seperti pemain basket atau bulu tangkis; saat bermain, tak mungkin lah mereka berpikir jauh ke dapan. Mereka benar-benar hidup di saat itu. Hanya dg berkonsentrasi dg apa yang ada di depan mata lah mereka bisa tahu betul apa-apa yg perlu dilakukan dan respon yg perlu dikeluarkan secara spontan. Hal yg sama berlaku pada diri kita; jangan pikirkan banyak hal secara bersamaan, pasti tak akan bisa optimal hasilnya. Pikir saja satu-satu, tak perlu berebut, tak perlu khawatirkan kecuali yg sudah ada di hadapan mata.

banner ad

2 Responses to “Kiat Produktivitas #10: Sudah, Jangan Kebanyakan Mikir, Ntar Malah Ruwet”

  1. Christine says:

    Great post! Thanks!

  2. Kerrie says:

    Great post! Thanks

Leave a Reply to Christine Cancel reply