Kemampuan Melupakan untuk Bahagia & Lebih Pintar

Melupakan adalah kemampuan yg penting

Jika Anda bawa emosi negatif dalam tidur Anda, maka ingatan Anda atas emosi negatif itu akan jadi lebih kekal. Padahal ternyata kebahagiaan didapat bila kita bisa dengan sengaja melupakan hal-hal yang buruk dalam hidup kita.

Kemampuan untuk bisa melupakan itu penting. Kemampuan untuk bisa melupakan adalah salah satu kunci untuk hidup yang lebih bahagia. Mengambil contoh yang ekstrim, adalah Solomon Shereshevsky, seorang menmonist, orang yang bisa mengingat beragam fakta dalam rincian yang mencengangkan dan bisa menirukan pidato panjang secara sama persis setelah mendengarnya sekali saja. Terlepas dari kemampuan supernya itu, seluruh ingatan dia begitu memadati pikirannya hingga membuatnya bingung. Dia tidak bisa memahami suatu cerita karena begitu tersibukkan dengan rincian. 

Maka bagi mereka yang memiliki masalah kejiwaan dari ingatan yang buruk/traumatis, mulai banyak praktisi yang alih-alih membantu sang korban menghadapi ingatan itu, mereka membantu korban bersangkutan untuk melupakan saja ingatan traumatis itu. Dan untungnya, kita bisa kok melatih kemampuan melupakan.

Suatu studi menunjukkan bahwa orang yang pandai dalam melupakan informasi yang tidak mereka butuhkan juga memiliki kemampuan yang bagus dalam problem solving dan mengingat sesuatu manakala mereka terdistraksi oleh beragam informasi lain (yang tidak relevan). Di mana Anda memarkir mobil/motor Anda, tentu itu informasi yang penting. Tapi Anda tidak membutuhkan informasi itu lagi untuk seterusnya.

Hal ini diperkuat dengan studi serupa yang menunjukkan bahwa kemampuan kita melupakan justru membantu kita untuk mengingat. Lebih tepatnya, kemampuan kita untuk dengan sengaja melupakan informasi yang tidak bermanfaat akan membantu sistem neural kita dalam mengingat apa-apa yang memang penting untuk diingat. 

Maka, tidak mengapa Anda melupakan artis siapa telah menikah dengan siapa saja, atau boys band tertentu punya anggota siapa saja :-)

banner ad

3 Responses to “Kemampuan Melupakan untuk Bahagia & Lebih Pintar”

  1. Adnan Khassogi says:

    Mampu melupakan saja tidak cukup. Karena melupakan merupakan proses berpikir, dan jika berpikir pasti akan tetap ingat dengan masalah itu. Ya, menyesuaikan situasinya saja. Jika belum ada cukup waktu, maka lupakan saja. Perlu diusahakan ada waktu khusus untuk menghadapi masalah itu beserta semua nuansa bias-bias emosi di baliknya. Jika terus dilupakan, maka dia akan jadi bom waktu yang dapat meluluh lantakkan diri kita. Maka, relakan, ikhlaskan, dan kita dapat bahagia dan lebih pintar.

  2. Boy says:

    Itu benar sekali mas, maksud saya artikel ini. Berusaha melupakan sesuatu bagi sebagian orang memang sulit, palagi hal-hal yang berkesan buat dia tentunya. Bahkan bagi sebagian orang bisa saja bingung hal mana yang patut dilupakan dan hal mana yang perlu diingat. Tapi aku bisa tambahkan trik dalam mengelola memori, yakni dengan menebarkan nya ke dalam secarik kertas, alhasil otak sedikit lega. Dengan corat-coret ke kertas apa yang ada dalam pikiran ada proses menambah ingatan akal hal yang ditulis, ada kerelaan jiwa tapi juga siap melupakan nya jika tidak perlu. = salam =

    • Guntar says:

      Mr Boy, menebarkan ke dalam secarik kertas = kiat yg bagus. Terima kasih sudah berbagi! :-)

      Dan betul, bagian pentingnya adalah menentukan mana2 yg perlu dilupakan, dan mana yg perlu diingat

Leave a Reply