Kelimpahan Finansial sebagai Kesuksesan


Sukses itu disediakan bagi semua orang.

Lalu banyak orang percaya bahwa jika mereka mampu mengakumulasikan kekayaan, mereka akan sukses. Hal ini dilandasi oleh keyakinan bahwa kelimpahan finansial akan mendatangkan kecukupan kebutuhan dan berbagai fasilitas untuk membahagiakan diri dan orang lain.


Ijinkan saya menyampaikan fenomena menarik yang terjadi pada tahun 1923. Saat itu sekelompok kecil orang terkaya di dunia berkumpul di Edgewater Beach Hotel di Chicago, Illonois. Ketika itu, mereka mengendalian lebih banyak uang ketimbang bendahara negara AS. Berikut adalah daftar dari mereka2 yang hadir dan nasib mereka pada akhirnya:

  • Charles Schwab – presiden perusahaan baja independen terbesar, mati dalam keadaan bokek.
  • Arthur Cutten – spekulator gandum terbesar-mati di luar negeri, banyak hutang.
  • Richard Witney – presiden bursa saham new york -mati tidak lama setelah dibebaskan dari penjara Sing sing.
  • Albert Fall – anggota kabinet persiden Amerika serikat -dibebaskan dari penjara agar dapat mati di rumahnya.
  • Jess Livermore – “beruang” terbesar di Wall Street – bunuh diri.
  • Leon Fraser – presiden bank of Internasional Settlements – bunuh diri.
  • Ivar Kreuger – kepala monopoli terbesar di dunia -bunuh diri.
  • Gawat.

    Nah… kemudian, Donald Trump, pengusaha real-estate kelas kakap dunia mengatakan, “Ukuran sukses sejati adalah seberapa bahagia Anda itu. Saya mempunyai banyak teman yang tidak mempunyai banyak uang, tetapi mereka jauh lebih bahagia daripada saya sendiri, oleh karenanya, menurut saya mereka itu mungkin lebih sukses.”

    Jadi, apakah kelimpahan finansial merupakan ukuran sukses? Sebenarnya bagaimana sih posisi uang dalam kesuksesan?

    banner ad

    3 Responses to “Kelimpahan Finansial sebagai Kesuksesan”

    1. Eep says:

      uang hanya sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan.., titik tolak kebahagiaan justru terletak hanya pada pola pikir dan sikap kita saja. memang, dengan banyak uang/financial, akan ada lebih banyak keinginan yang dapat kita penuhi. tetapi, kalau keinginan itu lebih banyak bersifat duniawiah.., ya ga akan ada puasnya, seperti meminum air laut, makin banyak diminum makin haus..

      memiliki banyak uang disertai sikap rasa syukur, rendah hati dan berjiwa sosial., tentunya jauh lebih dibanding miskin dan kerjaan tiap hari cuma mengeluh, ngdumel dan menyalahkan situasi..

    2. oneil says:

      sepakat brow…….

    3. P. Ahdiyat says:

      kebahagiaan itu bila banyak uang, harta melimpah, rajin sedekah, mensyukuri nikmat dan rajin ibadah…….. Alangkah baiknya hidup ini bisa berguna bagi sesama, jd gak salah donk klo bisa bahagian dengan banyak uang…hehehehe

    Leave a Reply to P. Ahdiyat Cancel reply