Kaidah Universal Mengejek Kesuksesan Instan


Challenge
Banyak orang tak henti-hentinya mengeluh tentang luar biasa berat & susahnya kehidupan mereka. Kebanyakan bahkan enggan mengakui kenyataan bahwa kehidupan ini sebenernya emg ga gampang. Seolah-olah kehidupan ini seharusnya gampang.

Nyatanya, kita tau sendiri kan; hidup ini emang ndak bisa digampangin. Tapi asal aja kita tahu kaidah2 universal dari kehidupan, maka kita tinggal menjalaninya dg patuhi kaidah2 itu.


Salah satu kaidah umum adalah bahwa kesuksesan itu harus dibayar; ndak ada sukses gratisan, dan jangan berharap akan apa2 yang instan. Jikapun berharap pada kemujuran, maka sesungguhnya peluang menjadi sukses berkat kemujuran itu sama seperti memenangkan lotere; 50 juta berbanding 1 (ini katanya John Maxwell).

Kita ndak bisa memenangkan piala dunia hanya dengan beberapa minggu latihan intensif (tp emg sapa jg yg mo ikut piala dunia :p). Setau saya, setiap orang besar selalu membangun pencapaiannya dg cara yg persis sama: sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah. Ndak ada solusi ajaib atau jalan singkat untuk sukses.

Seperti yg dituliskan oleh rekan saya Donald dlm salah satu postnya ; Penelitian yang dikutip Peter Norvig menunjukkan bahwa setidaknya dibutuhkan waktu sepuluh tahun bagi seseorang untuk menjadi ahli dalam suatu bidang. Ini berlaku untuk semua bidang!

Seperti juga yang dikatakan oleh Earl Nightingale, “Kalau seseorang melewatkan satu jam saja setiap harinya mempelajari topik yang sama selama lima tahun, ia akan menjadi pakar dalam topik tersebut”. Dan itu adalah harga yang memang pantas untuk sebuah reputasi & kesuksesan.

Sehingga akan jadi lucu dan malah dikecam klo ada orang yg berusaha meraup sukses & tenar dg cara2 instan. Bukankah demikian?

banner ad

4 Responses to “Kaidah Universal Mengejek Kesuksesan Instan”

  1. Eep says:

    hmmm, untuk ahli di satu bidang mungkin “ya” harus dicapai dengan waktu yang agak lama. ya kita akan jadi ahli kalau kita terus menerus melakukan kegiatan yang sama. ada tambahan, mungkin waktu disini bukan hanya ukuran berapa hari atau berapa tahun., tetapi seberapa sering kita melatih/melakukan. Michael Jordan adalah gabungan kedua-duanya, hehehe.. berlatih sejak kecil & memang waktunya juga lama..

    namun tidak semua kesuksesan harus diraih dengan waktu yang lama, seorang bayi tidak butuh waktu lama untuk sukses berjalan, mungkin hanya 2-3 tahun sudah bisa berjalan, 4-5 tahun sudah lancar berbicara.

    kemarin saya lihat di televisi ada seorang mahasiswi yang sukses membuka usaha dengan komoditi tas dan dompet, ternyata usahanya belum terlalu lama, dibawah 5 tahun, tetapi produknya sudah tersebar ke beberapa kota di Indonesia. kalau menurut saya, dia sudah dikategorikan sukses. betul sekali, kita harus mau membayar harganya untuk sebuah kesuksesan, termasuk mahasiswi tadi. disaat teman-temannya diwisuda, dia bahkan baru memulai usahanya dengan menjual tas dan dompet rancangannya di luar gedung wisuda.. 🙂

    mungkin saya akan menganggap lucu dan mengecam orang yang berusaha meraup sukses dan tenar dengan cara-cara instan, jika cara-cara mereka mencapainya dengan mengesampingkan moral, hati nurani dan etika. selama tidak melanggar hal tersebut, saya kira, kalau bisa sukses dengan cara lebih cepat, mengapa harus menunggu lama.., semua hanya masalah paradigma saja..

    tetapi mesti kita ingat, dalam hal-hal tertentu memang ada batasan-batasan minimumnya. rasanya kalau untuk mahir berjalan di atas kabel, seorang pemain sirkus pasti membutuhkan latihan yang lama, tidak bisa instant. tetapi untuk bidang lain bisa saja ada cara yang lebih instant. contoh: dulu saya perlu waktu dua tahun untuk lancar membaca Al-Qur’an, tetapi dengan metoda Iqro atau yang sejenisnya, belajar membaca Al-Qur’an jadi lebih singkat waktunya.

    tidak selamanya instant itu tidak baik, hehehe

    semoga bermanfaat.. amien.

  2. Mau tau kunci jadi orang sukses?

  3. Guntar says:

    #2 Apa dong? ^_^

  4. aang darmawan says:

    setuju bangets!!!….
    gak ada yang namanya sukses yang instan.
    untuk sukses di bidang apapun.
    kita harus tekun, fokus de el2.

Leave a Reply to Eep Cancel reply