Jangan Tidur dalam Keadaan Marah

Tidur nyenyak jangan tidur ketika marah

Dalam suatu hadits, terdapat pesan bagi sang istri agar tidak membuat suami tidur dalam keadaan marah kepadanya. Bila itu terjadi, maka malaikat akan melaknat wanita tersebut hingga pagi. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Bagian yang ingin saya ulas adalah terkait “Tidur dalam keadaan marah.” Bukan hanya laki-laki, perempuan pun tidak sebaiknya tidur dalam keadaan marah, dan dalam emosi buruk apapun, sebenarnya.

Suatu studi oleh University of Massachusetts at Amherst menunjukkan bahwa ketika Anda menyimpan emosi negatif—dalam kasus mereka adalah melihat gambar yang membuat rasa tak nyaman atau mengingat-ingat kejadian traumatis—dan segera dibawa tidur, maka emosi negatif itu akan “terjaga” atau tetap tersimpan. Dengan stimulus yang serupa, respon negatif yang muncul akan sama dengan yang dirasakan pertama kali.

Tidur terbukti menjadi sarana yang ampuh untuk mengekalkan pembelajaran yang dilakukan sebelum tidur. Itulah mengapa tidur segera setelah mempelajari sesuatu itu bagus. Tidur dengan membawa permasalahan thesis/skripsi itu bagus, karena otak kita tidak berhenti mereview dan memproses informasi meskipun kita tidur. Tapi tidur sambil membawa emosi negatif adalah ide yang buruk.

Maka jika pasangan Anda tidur tepat ketika dalam keadaan marah, maka dia akan mendapati perasaan yang serupa ketika bangun. Jangan biarkan! Pun ketika Anda sedang merasakan sedih yang luar biasa dan perasaan negatif apapun, jangan langsung dibawa tidur, melainkan atasi atau setidaknya redakan dulu perasaan itu.

banner ad

2 Responses to “Jangan Tidur dalam Keadaan Marah”

  1. nuryati says:

    Assalamualaikum,
    Yap….itu benar, saya pernah mengalaminya. Dan saya sarankan untuk membaca Alqur’an ( hafalan ) atau istighfar sebelum tidur hingga tertidur.

  2. Muhammad Shofwan says:

    Baca do’anya sebelum tidur seperti yang di ajarkan rosulullah. BISMIKA ALLAHUMA AHYA WA AMUWTU.

Leave a Reply