Gemilang di Minggu Pertama Kerja

NutsSeorang teman yang berstatus karyawan-baru punya kisah yang menarik untuk dijadikan tema sebuah posting. Dan posting kali ini saya hadiahkan untuknya dan siapapun yang baru keterima kerja πŸ™‚

Emg jadi karyawan baru bawa tantangan tersendiri; di saat itulah kita bakal paling sering tampak menggemaskan dengan keluguan dan kebengongan atas banyak hal perkara kerjaan :mrgreen:

Tantangan pertama bagi rookie (karyawan baru di tempat kerja) tu bagi saya ndak macem2 kok; nginget2 nama para senior dg benar :-P. Dan saya sering luput klo urusannya dah ttg mengingat nama seseorang :mrgreen:

Klo dah gitu, baru masuk ke perihal yang lebih serius; pahami kunci2 pencapaian yang menjadi tanggung jawab rookie bersangkutan. Kunci pencapaian adalah outcome atau hasil spesifik yang sang rookie emang dibayar untuk bisa mencapainya. Performa sang rookie dalam meraih kunci pencapaian inilah yang menentukan seberapa cepat dia bisa dapet promosi dan naik gaji.

What are the spesific results for which I am the most highly paid and rewarded?

Hal ini sebenernya lebih dari sekedar jobdesc. Jobdesc-nya PR seperti “To promote complete information flow within the organisation & build positive media & public relations.” emg keren tuk didengar. Tantangannya adl apakah bener2 bisa kebayang bentuk konkrit dari arahan jobdesc itu; apa bukti yang bisa dilihat/diindera bahwa jobdesc tsb telah tercapai. Untuk ini, pokoknya jangan main persepsi deh; tanyakan.

Lebih jauh lagi, bisa jadi supervisor/manajer punya titik penilaian prioritas yang tidak tergambar dalam jobdesc. Tugas sang Rookie adl mengetahuinya. Konkritnya; Tuliskan semua yang Anda rasa Anda dibayar untuk bisa mencapainya, trus kasih ke bos, dan minta dia mengurutkannya berdasarkan prioritas. Selanjutnya jadikan itu pedoman pencapaian.

Kemudian, akanlah sangat membantu klo kita memiliki cara pandang bahwa perusahaan tempat kita bekerja adalah client/partner kita; seperti yang disampaikan oleh
Donald
dan Riefsa. Sehingga untuk memuaskan client, ya kita kudu tahu kebutuhannya apa, yang sifatnya terukur dan berada dalam rentang kendali kita.
Rookie
Dan lantas kita kudu ngerti bagaimana posisi kerjaan kita dalam fungsionalitas keseluruhan institusi, atau minimal departemen. Sehingga di sini client2 kita mjd lebih spesifik dalam bentuk departemen, divisi atau siapapun yang menjadikan hasil kerja kita sebagai input.

Utk tenaga sales, kunci-pencapaiannya adl ndapetin order dan closing penjualan. Setelah itu, sales agreementnya akan jadi input utk departemen pemesanan, akunting, manufakturing, distribusi dan pengiriman. Sebuah kunci-pencapaian yang telah dirampungkan akan berdampak pada performa pihak lain yg jadikan hasil kerja kita sbg input. Dan tugas sang Rookie adl memahami posisi dan siapa2 yang terpengaruh oleh hasil kerjanya. Saya belum pernah sih kerja di perusahaan gede yang proses bisnisnya begitu rumit; jadi lebih gampang emg bagi saya untuk ngomong gini πŸ˜›

Klo udah paham tentang kunci-pencapaian dan posisi hasil kerja dalam gambaran besar, barulah si Rookie temukan dan kejar berbagai kompetensi-inti yang menjadikannya mampu mencapai kunci2 pencapaian itu. Untuk setiap kerjaan, biasanya kompetensi intinya ndak sampe lebih dari sepuluh. Klo jadi sales misal, kompetensi kuncinya misal adl memprospek, mbangun empati & kepercayaan, mengindentifikasikan masalah atau kebutuhan, nanggepin keluhan, dan closing penjualan.

Menariknya, kompetensi kunci terlemah kita akan menentukan seberapa jauh kita bisa melambung dalam karier. Jadi kalo semisal saya dah jagoan banget ama semua kompetensi kunci sbg sales kecuali closing penjualan, yo wis; kelemahan itulah yang akan menentukan seberapa tinggi tingkat penjualan dan berapa uang yang bisa saya dapetin.

Cara efektif untuk meningkatkan kompetensi-kunci adalah mencari mentor. Mentor ini adalah senior2 yang jalur kariernya sama dengan Anda, yang dia emg bersedia meletakkan kita di bawah kepakan sayapnya. Supervisor Anda bisa jadi mentor, tapi orang lain di bawah supervisi dia juga bagus utk dijadikan mentor.

Klo udah punya mentor, begitu bicara tentang kerjaan, jangan pura-pura tahu klo asline gak tau. “Masa gitu aja ditanyain, ntar aku dianggep bodo lagi”. Halah, don’t be afraid to ask questions, and do your homework. Klo emg dikasih kerjaan trus bener2 gak ngerti gimana cara ngerjakannya, ya kudu nanya dunks. Mending nanya sebelum deadline dateng, ketimbang kerjaan jadi molor gara2 ngerjainnya nggak bener.

Selanjutnya yang penting adalah membangun reputasi dan pertemanan, minimal biar gak dinilai buruk deh. Jangan nggosip atau terlibat dalam gosipan, jangan mengeluhkan tentang bos, supervisor, rekan kerja atau tempat kerja yang lama, dan jadikan kedatangan ke kantor kayak waktu interview dulu; tepat waktu.

Jadi Rookie emg melelahkan di masa-masa awal. Keluar dari zona nyaman, merubah kebiasaan, serasa jadi yg terbodoh dan apapunlah, itu udah wajar, salah tu ndak papa. Kebanyakan emg kayak gitu. Tapi yakin aja deh; pasti terlampaui. Bismillah πŸ˜›

scratch kitty back

Dan saya yakin temen2 sekalian punya banyak tips dan pengalaman pribadi yang bisa dibagi di sini, “Gimana sih menghadapi hari2 pertama kerja?” Ayo, bagi-bagi dong… πŸ˜›

[tags]Manajemen Karir, Karir, Pekerjaan, kompetensi, job description[/tags]

banner ad

19 Responses to “Gemilang di Minggu Pertama Kerja”

  1. Donald says:

    “… kompetensi kunci terlemah kita akan menentukan seberapa jauh kita bisa melambung dalam karier”.
    Jadi ingat dengan ilustrasi ember kayu. Kalau kita punya ember yang terbuat dari papan-papan kayu, maka banyaknya air yang bisa ditampung sama dengan tingginya papan yang paling rendah.

  2. Hedi says:

    Buat saya dan menurut pengalaman pribadi, cuma ada dua:

    1. Pelajari detil job deskripsi (ini peta kita).
    2. Jangan ragu bertanya, tapi jangan yang terlalu enteng, nanti dianggap ga bisa kerja.

  3. S Setiawan says:

    Hari pertama kerja? Trying to fit in the box. Kenalan ama rekan-rekan kerja.. πŸ˜€

    Wekekek.. Mau kerja apa ngobrol ini? *grin*

  4. yustin says:

    alooo mas… ooo jadi masih awal awal kerja neeh ??
    MAKAN MAKAN !!!!
    hehehehe…
    itu tips dariku, dijamin πŸ˜‰

  5. Pas pertama kali saya kerja di tempat sekarang, saya ga perlu banyak penyesuaian karena job disc dan sebagainya sudah disampaikan sama boss, dan kebetulan saya sebelumnya sudah kenal dengan beberapa staff, so ga ada masalah..

    Tapi di tempat kerja yang sebelumnya (jadi marketing furniture), begitu saya selesai interview dan nego gaji :), langsung tuh diajak ke pabrik untuk liat proses produksi. Dikenalin sama orang2 pabrik, bagian amplas, finishing.. wuh.. susah juga mengingat-ingat namanya.

    Karena kerja jadi marketing, yang saya lakukan ya baca company profile, produk, arsip email dan order buyer.. Setup PC πŸ˜€
    Banyak nanya ke bos tentang ini itu.. untungnya si bos mau jelasin banyak hal tanpa diminta.. Jalan deh akhirnya..

    Dan baru tiga hari kerja langsung disuruh pameran di PPE Kemayoran.. Bisa kebayang bagaimana susahnya.. karena belum begitu ngerti tentang perusahaan langsung disuruh jualan. Tapi ya itu tadi.. karena didampingi sama boss.. jadi bisa learning by doing..

    Kesalahan saya pertama kali adalah “salah memberikan nama dan nomor rekening kantor”, lah saking banyaknya.. πŸ˜€
    Ini yang bikin bagian accounting bingung.. order dah dikirim, duit ga masuk2..

    Ini komentar apa cerpen yah?

  6. Goio says:

    aku baru mau jadi karyawan baru lagi nih minggu depan (11 Sept 06), sekarang lagi proses pindahan… nanti aku kabarin deh hasil2nya di sini hihihihi.. mas Guntar, tolong ingetin untuk cerita ya :D…

  7. Guntar says:

    Di tempat kerja saya dulu, klo ada karyawan baru, bukannya dia diajak makan2, malah dia disuruh mbikinin makanan :mrgreen:; bubur kacang ijo waktu itu. Tapi yaah, tyt dia gak bisa. Huuuw πŸ˜›

    Mas Arief, makasih tipsnya; Goio, saya tunggu ceritanya lho ya πŸ™‚
    Dan semuanya, ayo’ skr kita makan2. Mas S.Setiawan, bakar2 jagung gih. Saya pesen yg pedes ya :mrgreen:

  8. S Setiawan says:

    Betul, Mas Goio, kabar baik harus disambut dengan BAKAR-BAKAR, euh, MAKAN-MAKAN! πŸ˜€

    Wakakaka..

    Mau kerja ato MAKAN-MAKAN sih? *grin*

    Aih, bakar jagung? Saya suruh istri saya aja deh.. *ROTFL*

  9. BARRY says:

    1. Kenalan dengan teman sekelilingmu.
    2. Jangan langsung sok akrab dengan group tertentu, sebab nanti kamu langsung dianggap eksklusif dengan pergaulan mereka saja oleh yang lain.
    3. Pahami bagaimana politik di kantor berjalan.
    4. Jangan kasih komentar negatif tentang siapapun juga.
    5. Buat catatan sendiri hasil prestasi, ide cemerlang yang kamu dapatkan dan hasilkan mulai dari hari pertama.
    6. Jangan terlalu sering ngeblog saat jam kantor. Sepantasnya saja πŸ˜€
    7. Saat makan siang bareng, usahakan tidak menyinggung masalah SARA.
    8. Jangan ngutang dengan siapapun juga di kantor
    9. Kalau ngomong soal hal pribadi usahakan jangan didalam kantor. Nanti bisa jadi bahan gosip.
    10. Have fun always…

  10. rici says:

    hari pertama kerja, sebelum masuk kantor ucapkan selamat pagi/siang/sore/malam atau assalamualaikum juga cayo, penting itu πŸ˜€

    abis itu ya bekerja lah… hehe.

    salam kenal;)
    Rici

  11. adit says:

    belum baca, cuma baru liat gambarnya2 doank, ternyata kocak2, saya minta izin download gambar kucing itu ya mas, bwat dijadiin avatar YM ^_^

  12. adit says:

    eh salah, maxutte di Friendster kok di YM sich he he

  13. ARS says:

    Keren juga nih tulisannya. hehe.. πŸ˜€

  14. Guntar says:

    Luar biasa sekali tips dari mas Barry. Jangan2 mas Barry ni HRD 8)
    Dari tips yang diberikan, saya menyorot poin “Pahami politik kantor” dan “Buat catatan ide cemerlang”. Saya pernah ni jadi korban krn ini.

    Pahami politik kantor tu penting, semisal terkait perilaku atasan spt apa. Krn tyt ada atasan yang kurang ngerasa suka klo ngeliat anak buahnya lebih cerdas dan handal ketimbang dia. Artinya, klo mo ceritakan ide cemerlang, liat2 dulu politiknya. Apakah atasan menganggap ide cemerlang yang kita sampaikan sebagai ancaman, ataukah dia menyambut baik utk kemudian mengakuisisi gagasan itu atas namanya, ataukah disambut dengan baik dan penuh dukungan.

    Anyway, tips jangan ngutang dengan siapapun itu bagus sekali, Mas :mrgreen:

    Rici, ARS, salam kenal πŸ˜›
    Adit, ayo, jadi drakula lagi ajah :mrgreen:

  15. Putri says:

    ^_^ … aduh telat nih … udah kadung e’. kadung ngutang buat buka rekening baru … ngutangnya ama Bos pula. ^_^ …

    tengkyu banget tips2-nya. saya baru 10 hari kerja nih. doakan ya … semoga berkah dan penuh hikmah. hehehe … tagline baru … berkah dan penuh hikmah.

  16. vi3 says:

    hari pertama kerja, pasti kenalin diri dulu dan kenalan ama temen2 baru.. trus pelajari tempat2 strategis di kantor, semisal, toilet.. supaya kalo kebelet gag nyasar ke ruangan boss…
    abis gitu baca2 tugas2 apa yang harus dilakukan.. gitulah..

  17. Guntar says:

    Putri:
    Semoga kerjaannya membawa berkah, hikmah dan barokah, Putri πŸ™‚

    Vi3:
    LoL. Bener juga nih. Kudu nunjukin letak toilet di mana ya. Sepakat sepakat :mrgreen:

  18. kisenda says:

    uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhohiouhuiohuhuiiugigiugiugiugguigiygygygy

  19. t03y03l says:

    Wah hari ini 1 minggu pas g gawe di bagian import purchasing. Waduh udah deh, g ngrasa paling bodho…..mana suka bikin salah…en paling lelet diantara yang laen. Atasan g malah ngomonk….”saya heran liat kamu kaya yang sering kebingungan”. G jadi ngerasa kayanya cuman g yg paling bego diajarin……waduh waduh pokonya kinerja g udh g pastiin ga memuaskan deh minggu ini (jgn2x bos ngerasa kecewa udh nrima g en jd brasa mo di resign padahal baru percobaan hu hu hu…..). Tapi hajar terus bleh……. bodo amat lah….g mah do the best aja.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kaidah Menggiatkan Karyawan « Bintang Tauladan ! - [...] Gemilang di Minggu Pertama Kerja [...]

Leave a Reply to Donald Cancel reply