Cara Efektif Mengikat dan Menyambung Tali Jemuran

IMG 2424

Perjalanan dan mudik berhari-hari, pembantu belum kembali, volume cucian pun menjadi-jadi 🙂

Saat jemuran sudah tak lagi mencukupi, maka saatnya sang suami beraksi. Mungkin bukan (cuma) membantu mencuci atau menjemur, melainkan memasang tali jemuran yang baru. Dalam kasus saya, sekalian menyambung tali jemuran lama yang sudah putus.

Saya bukanlah pramuka yg baik sehingga saya tak paham tali menali. Namun berkat contekan yang berkualitas, saya temukan cara yang efektif (dan juga enak dilihat! penting lho 😀 ) untuk mengikat dan menyambung tali jemuran. Pastinya, ini bukan hanya akan berguna untuk jemuran; Anda dapat menggunakan cara simpul ini untuk aplikasi yang lain.

1. Cara mengikat tali jemuran di tiang

Atau tali apapun yang ingin Anda talikan kepada tiang atau cantolan apapun. Entah apa istilahnya dalam bahasa Indonesia, yang jelas dari contekan saya, sebutannya adalah Round Turn Two Half Hitch.

Berikut ini cara mengikat tali di tiang:

IMG 2433

IMG 2434

IMG 2435

IMG 2436

IMG 2437

2. Cara menyambung tali jemuran

Atau jika bukan untuk jemuran, untuk menyambung tali apapun dengan diamater yang sama.

Ada dua cara untuk menyambung dua utas tali berdiameter sama.

Cara 1: Carrick Bend

Mencukupi untuk jemuran atau beban yang ringan

IMG 2426

IMG 2427

IMG 2428

IMG 2429

IMG 2430

IMG 2431

Cara 2: Figure Eight Bend

Ini berguna jika Anda menggunakan tali untuk beban yang berat (Anda menjemur terpal tenda, barangkali? :mrgreen: )

IMG 2441

IMG 2442

IMG 2443

IMG 2444

IMG 2445

Informasi ini remeh, tapi semoga ada gunanya buat Anda khususnya lelaki 🙂

banner ad

3 Responses to “Cara Efektif Mengikat dan Menyambung Tali Jemuran”

  1. pertamax dulu 😀

    terima kasih tipsnya mas 🙂

    mohon maaf lahir bathin 🙂

  2. Budiono says:

    lha tali jemuranku dari kawat bro, jadi agak susah kalo disimpul begini :d
    *menurut pengalaman, pake tali kawat lebih awet hehe..*

    • Akhmad Guntar says:

      LoL. Bender ente sakjane, Brow 🙂
      Pake tali kawat lebih awet. Kalau pake tampar pun pake yg dari plastik. Lha aku ini kondisi darurat, tali tampar pramuka (bahan kain) sing takpake. Meski simpulnya rapih, tapi sakjane yo gak awet :-p

Leave a Reply to Budiono Cancel reply