Cara Cepat Mengenali Temparemen/ Personality Orang Lain

Anda ingin mengenali temparemen atau elemen dasar orang lain meskipun baru 30 menit ketemu? Bisa. Meskipun ingat, bahwa kebanyakan kita adalah kombinasi dari temparemen yg ada. Gunakan cara berikut sekedar untuk menemukan clue awal yang perlu Anda konfirmasikan kemudian.

Catatan: post ini didasarkan pada wawasan Personality Plus, di mana di sana ada elemen udara (sanguinis), elemen api (koleris), elemen tanah (melankolis), dan elemen air (phlegmatis)

Lihat sorot matanya:

  • Klo sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar, maka dia sanguinis udara
  • Klo sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama, maka dia koleris api, sperti gambar di bawah ini.

Perhatikan cara dia berbicara:

  • Klo dia banyak bicara dan tertawa, heboh, serta punya banyak guyonan, suka ngerjain orang, maka dia sanguinis udara
  • Klo dia sering pake perkataan seperti “tergantung” atau apapun yg menunjukkan dia banyak banget yg dipertimbangkan, maka dia melankolis tanah
  • Klo waktu ndengerin Anda bicara dia sering banget pake pose non verbal tangan ke wajah, maka dia melankolis tanah
  • Klo dia sering bilang “minta maaf” atau semacamnya, maka dia melankolis tanah
  • Klo ngomongnya pelan, lebih suka mendengarkan ketika ada di kerumuman, pendengar yg baik, maka dia adl phlegmatis air


Perhatikan sikap tubuhnya

  • Klo waktu dia bicara seluruh wajah dan kebanyakan anggota tubuhnya ikut gerak utk memperkuat pesan, maka dia sanguinis udara
  • Klo pada waktu duduk dia ndak bisa diam, maka dia sanguinis udara
  • Klo pada waktu duduk sikapnya tegak, gayanya defensif dan/atau superior (i.e. tangan bersilang di depan dada, kedua tangan diletakkan di belakang tengkuk), maka dia koleris api
  • Klo pada saat duduk sikap nonverbalnya tampak spt orang yg sedang mengevaluasi (i.e. tangan di dagu, tangan di pipi) maka dia melankolis bumi
  • Klo pada saat duduk pinggangnya lebih dekat/menyentuh alas duduk, maka dia phlegmatis air

Dari sini aja, Anda sudah bisa ngeliat bahwa yang paling gampang terlihat adl kaum sanguinis udara. Penampilan dan perilakunya memang sedemikian mencolok. Dari sini, berarti klo mau menemukan phlegmatis atau melankolis, maka cari aja mereka yg ndak begitu tampak mencolok.

Lihatnya sikap dia ke orang lain:

  • Klo dia ndak sungkan utk nanya2 dan ngomongin rahasia orang lain, maka dia sanguinis udara
  • Klo dia tiba2 aja mbetulin kerah baju Anda yg melenceng, ngambilin ballpoin orang lain yg jatuh meski agak jauh dari posisinya, maka dia koleris api
  • Klo dia secara otomatis cenderung suka nyuruh2 orang, atau gigih banget membuat orang lain menerima pendapatnya, maka dia koleris api
  • Klo dia sepertinya amat ndak keberatan utk beda pendapat hingga sampai berdebat alot dg orang lain, maka dia koleris api
  • Klo dia begitu peka pada bagaimana orang lain memberi tanggapan, maka dia melankolis bumi
  • Klo dia sampe bisa menangis atas cerita orang lain, maka dia melankolis bumi
  • Klo dia nurut, hampir2 ndak bisa nolak, atau malah ndak bisa nolak request orang lain, maka dia phlegmatis air

Lihat caranya berpakaian:

  • Klo pakaiannya relatif (paling) trendi, atau warnanya ngejreng bukan main, atau apapun yg mbikin dia tampak mudah dibedakan dg yg lain, maka dia tu sanguinis udara
  • Klo dia sering minta baju, tas atau apapun yg dia miliki dikomentari ama teman2nya, maka dia tu sanguinis udara
  • Klo model pakaian dan style-nya konservatif (i.e. bukan motif berani, kemeja dimasukkan baju, dst), maka dia melankolis

Perhatikan ketika dia sedang diminta mengambil keputusan

  • Bila mikirnya lama, dan ketika ditanya dia memberikan buanyak sekali pertimbangan, maka dia adl melankolis bumi
  • Bila mikirnya lama, dan tampak banget bahwa dia ternyata ndak sedang berpikir keras dan lebih suka klo dia nurut aja ama keputusan yg sudah ada, maka dia adl phlegmatis air
  • Bila mikirnya cepat, dan itu karena dia tahu manakah alternatif yg paling/lebih menyenangkan, maka dia adl sanguinis udara

Klo yg berikut ini adalah melankolis. Dalam temparemen yg ekstrim, tipikal sorot matanya tampak seperti ini.

So, jadi gini. Ketika Anda baru aja dikenalkan:

  • dengan Sanguinis, maka ingat bahwa dia tu senang dipuji, ketika dia bercanda sebaiknya Anda tertawa. Anda boleh2 aja ngeledek dia, tapi berhati-hatilah untuk tidak mengkritik dia.
  • dengan Koleris, maka ingat bhw dia suka banget ktk orang lain memberi pengakuan atau kagum akan segenap pencapaian dia. Biarkan aja dia banyak bicara dan bersikap dominan. Anda tak harus sepakat dg apa2 yg dia omongkan, tapi sebaiknya Anda (terlihat) mendengarkan dg baik apa yg dia sampaikan.
  • dengan Melankolis, maka ingat2lah bhw dia tu ndak suka omongan mbulet atau basa basi berlebihan. Ngati-ngati klo ngguyoni dia. Perasaannya paling peka ketimbang yg lain. Ndak perlu juga mengkritik dia. Para melankolis biasanya sudah amat pintar mengkritisi dirinya.
  • dengan Phlegmatis, Anda ndak punya terlalu banyak larangan. Phlegmatis adl kaum yg paling easy going dan enak diajak ngobrol.

Tambahan (14 April 2009)

Untuk hadapi setiap temparemen, kita perlu tahu dulu apa yang mereka butuhkan dan hindarkan, untuk kemudian bisa melakukan penyikapan yang bersesuaian. Anda bisa mengacu pada daftar berikut. Dan sebagai catatan, daftar yang berikut ini akan paling terlihat pada anak-anak atau remaja atau mereka yang mencapai ekstrimitas (ingat bahwa kita biasanya kombinasional)

Untuk Sanguinis, yang mereka butuhkan:

  1. Perhatian
  2. Dukungan
  3. Kasih sayang
  4. Penerimaan

Dan yang mereka hindari:

  1. Tugas membosankan
  2. Rutinitas
  3. Kritik
  4. Detail
  5. Sasaran terlalu tinggi

Untuk Koleris, yg mereka butuhkan:

  1. Penghargaan prestasi
  2. Peluang memimpin
  3. Partisipasi memutuskan
  4. Sesuatu utk diatur

Lalu yang mereka hindarkan:

  1. Istirahat
  2. Kebosanan
  3. Permainan yang tak mungkin dimenangkan

Untuk Melankolis, yang mereka harapkan:

  1. Kepekaan keinginan
  2. Kualitas prestasi
  3. Ruang sendiri
  4. Ketenangan stabilitas
  5. Dukungan orang tua
  6. atau singkatnya: Sensitivity – Support – Space – Silence

Yang mereka hindari:

  1. Keributan
  2. Kebisingan
  3. Urusan2 sepele
  4. Diolok-olok

Untuk phlegmatis, yang mereka butuhkan:

  1. Relaksasi dan Santai
  2. Perhatian
  3. Pujian
  4. Motivasi penuh kasih

Yang mereka hindari:

  1. Konflik – Konfrontasi
  2. Inisiatif
  3. Keputusan
  4. Kerja ekstra
  5. Tanggung jawab

Selamat dipraktekkan dan dilatih. Silahkan juga buat temen2 yg mau berbagi pengalaman pribadi ttg bagaimana cara mengenali keempat temparemen yg ada :-P

[tags]Personality Plus, Temparemen, Koleris, Melankolis, Phlegmatis, Sanguinis[/tags]

banner ad

51 Responses to “Cara Cepat Mengenali Temparemen/ Personality Orang Lain”

  1. ulan says:

    aku  melankolis phlegmatis air, ada yang bilang dulu sih..
    tapi diliat dari sini emang kebanyakan sikap ku gitu sih..
    *emang ada yang perduli ama aku??*
    huhuhuhu

    ulans last blog post..Rasa..

  2. aRuL says:

    hehehe ketauan kalo saya melankolis :Dtapikan tidak selamanya koleris itu yg mampu memimpin kan mas? :Dpertanyaan selanjutnya… apakah personality itu bisa berubah?*maaf kalo pertanyaan ini berulang, soalnya lupa :D*

  3. Ulan:
    Melankolis phlegmatis memang sering ada di latar belakang, yg akibatnya kurang begitu diperhatikan ketimbang elemen api dan udara. Tapi di balik antengnya melankolis phlegmatis, sesungguhnya perubahan besar bisa terjadi :-)

    aRul:
    Tidak selamanya koleris mampu memimpin, sama jg dg tidak selamanya melankolis bisa jadi problem solver yg bagus. Ini tjd bila yg harusnya jadi bakat ndak dg sadar dan sengaja dilatih/diasah.
    Personality bisa diubah (atau lebih tepatnya: diperkaya), tapi temparemen biasanya tetap utk setiap orang. Krn ini terkait dg komposisi cairan dlm tubuh.

  4. sulaiman says:

    Om, 4 element itu kan semuanya setara, gk ada yang unggul.
    semuanya memiliki lawan natural dan teman naturalnya
    api kontra ma air, tapi kalo dengan angin malah kuat.
    kayak naruto ma sasuke :Dtapi, kayake yang plegmatis itu derajatnya paling bawah ya ?kok kesannya orang plegmatis itu mirip jongos (yes man

    dan no coment)kira-kira manfaat/kelebihan dari sifat plegmatis itu apa ya Om ?oh ya … tulisannya tak copy ya om, biar kalo mo baca lagi gk perlu buka internetsuka lemot soalnya. makasih

    sulaimans last blog post..K4H2O

  5. Sulaiman:
    Betul, meskipun berbeda, namun semuanya setara. Namun klo dibilang gak ada yg lebih unggul, maka kurang tepat. Lebih tepatnya kita bilang masing2 lebih unggul ketimbang yg lain dlm urusan2 tertentu.

    Kelebihan orang phlegmatis, secara singkat spt ini:

    • Paling bisa berteman dan bekerjasama dg siapa saja (dan ini amat penting di tempat kerja, di keluarga, di manapun)
    • Paling bisa diajak ngobrol oleh siapa saja (pendengar yg baik, dg respon yg menyenangkan)
    • Paling bisa berbahagia dan mensyukuri banyak hal (bukankah bahagia yg kita cari)
    • Paling pintar utk berbahagia atas bahagianya orang lain (maksudnya ndak suka ngiri atau dongkol krn suksesnya orang lain)
    • Paling bisa memposisikan dirinya bisa bermanfaat bagi orang lain (dia ndak banyak alasan ketika dimintai bantuan, sukarela mau bertindak. Orang lain bilang dia kayak jongos. tp jika yg dimaksud sbg jongos adl orang yg paling bisa membawa kemanfaatan dan kebahagiaan bagi orang lain, maka bukankah mjd jongos malah suatu keistimewaan & kemuliaan? :wink: )
  6. Adiatma says:

    Mr. Guntar, saya mw tny. Orang kan bisa saja punya 2 temperamen yang beda. Tp mungkin g klo seseorang punya 2 temperamen yang berseberangan? misalnya api sama air. Kayaknya g mungkin koleris yng krs kepala pny sft phlegmatis yang pnurut. Bisa djelaskan? thank you.

  7. Adiatma:
    mas Adiatma, memang seseorang bisa memiliki dua temparemen yg berbeda dan bahkan berseberangan. Yg paling sering tu Sanguine (udara) dan Melankolis (tanah) -berarti langit dan bumi-. Paduan Koleris (api) dan Phlegmatis (air) juga dimungkinkan.

    Ini terjadi ketika temparemen dasar seseorang terkondisikan dalam lingkungan pekerjaan atau pergaulan yg membuat dia bersikap sebaliknya. Misal yg banyak terjadi ketika seorang melankolis dapet kerjaan jadi marketing, dia pun jadi punya sifat sanguine. Atau semisal teman saya, di kantor dia phlegmatis, tapi di keluarga dia jadi koleris (krn ayahnya meninggal). Tapi temparemen dasarnya tetep. Dalam kondisi normal, dia tetep bersikap spt temparemen dasarnya, dan dia akan merasa lebih nyaman dan produktif dlm temparemen dasarnya.

    Yg repot, kadang orang2 semacam itu bisa mengalami kebingungan atau fluktuasi mood atau keinginan yg dia sendiri ndak paham kenapa. Jadi ketika dia jadi sanguinis, dia spt merindukan saat2 sendiri/menyepi. Namun masalahnya, dia ndak menyadari bahwa dia punya kebutuhan utk menyendiri krn sudah kadung merasa jadi orang ceria dan ekstrovert. Itulah kenapa pemahaman ttg ilmu ini amat penting, minimal utk sekedar membantu kita dalam memahami posisi kita di mana, tanpa kemudian berusaha mengkotakkan diri.

  8. Asma says:

    saya copy ya, tulisan ttg personality plus. makasih

  9. Nciex says:

    Stlh gw baca2 “Gw sanguinis udara ternyata!” gw seneng di puji. Kadang gw slalu gak percaya diri alias slalu nanya “eh,dah pantes lom” ato nanya minta penilaian apa gitu deh.. Orang2/tmn2 bole ngeledek gw se abis2nya deh.. Gw pasti nyante aja.. Tapi kaLo dah giliran di kritik, gw paling susah bgt nerimanya. Lalu timbul rasa sensi. And cara mikir gw cepet and simpeL. Kesan yg sering gw dpt dari org2 skitar gw ke gw adalah “gak ada elo gak rame!” apa seh yg musti gw kembangin sebagai seorang sanguinis ini?

  10. cerpen kita says:

    saya katanya korelis, banyak yang ngga suka kalau saya sudah memulai debat. tapi temen-temen deket bilang saya cerewet, pikun, narciss lagi. apa bisa kepribadian kita terlihat beda di mata orang-orang sekitar yang menilainya?

    cerpen kitas last blog post..MILIK INDONESIA

  11. Nciex:
    Sebagai Sanguinis, maka Anda tinggal kapitalkan kelebihan2 Anda
    Paling berbakat menjadi seorang motivator, entertainer dan penyampai gagasan
    Paling gampang mencari kawan dan dukungan
    Pandai dalam menyemangati dan melibatkan orang lain
    Pandai dalam mengondisikan anggota tim dalam suasana yang bersahabat, akrab dan menyenangkan
    Cepat mengambil keputusan atas dasar sesuatu yang menarik & menyenangkan
    Penuh gagasan2segar dan menarik
    Pandai dalam urusan teknis
    Cocok bekerja di sie Acara, Publikasi, Dokumentasi
    Cocok bekerja di Departemen Humas dan Kesejahteraan Mahasiswa

  12. Cerpen Kita:
    Emg bisa jadi temen2 bisa lebih akurat dalam menilai diri kita. Klo sampe ada yg bilang Anda cerewet, pikun dan narsis, most likely Anda ini sebenarnya Sanguinis :-)

  13. may says:

    Seandainya semua elemen ada pada satu orang, mungkin g y?
    Koq rasa-rasanya saya ada di pertengahan.
    Melankolis iya, koleris iya, sanguinis kadang2 kalo lagi mood aja, phlegmatis iya.
    Tapi kayaknya gak penting deh,,hehehehe

    Ada buku lain yang membahas juga ttg kepribadian.
    Jdulnya Eneagram.karangan Renee Baron&Elizabeth Wagele.
    Bdanya, dalam eneagram sifat manusia dibagi menjadi 9.
    Perfeksionis, Penolong, Pengejar prestasi, romantis, pengamat, pencemas, petualang, pejuang, pendamai.

    Sebenernya sama saja dengan 4 elemen, cm lebih di spesifik kan aja.
    Eneagram terdiri dari 3 buku yang berbeda bahasan.
    1. Eneagram
    membahas 9 kepribadian satu-persatu lebih rinci.
    2. Eneagram of parenting
    hmmh kalo yg ni krg tw juga. belum baca. tp krg lebih (dari judul), isinya penjelasan bagaimana mendidik anak sesuai karakter mereka.
    3. Eneagram of love and relationship
    Berisi relation yang terjadi pd masing2 karakter.ada tips2 bagaimana berteman dg org lain sesuai karakternya.Intinya adalah, apa yang harus kita perhatikan dari mereka.

    Kurang lebih seperti itulah.
    Menurut saya, yang jauh lebih penting sebenarnya bukanlah apa elemen kita, apa elemen dia.Mnjadi seseorang yang fleksibel dan peka akan lebih menyenangkan bagi semua orang, tak peduli apa elemen mereka. Seperti Rasulullah yang senantiasa memperhatikan setiap sahabat dan lawannya. ^-^

  14. Wah wah, informasi yg disampaikan ini amat bermanfaat sekali, mbak Maya. Terima kasih ya :-)
    Dan apakah bisa semua elemen berkumpul dalam satu orang? Tentu saja bisa, malah sebenarnya itulah tujuan kita mengenal kepribadian: yakni agar kita bisa mencapai kepribadian yg kaya, ya seperti kepribadian Rasulullah salallaahu alaihi wasallam begitu deh memang :-P

  15. siti hiliyatul qoyumiyah says:

    bagaimana caranya menghadapi golongan oran-orang koleris & melankolis

  16. mbak Siti, jawaban atas pertanyaan sampean sudah saya jawab di post, barusah saya tambahkan :-)

  17. Rofiu Romadon says:

    terimakasih telah membantu saya
    saya pernah mendengar tentang anda dari kakak kelas saya dan tanpa sengaja hari ini blog anda telah membantu saya sekai lagi terimakasih

  18. akhina_khr says:

    apakah teory ini bisa dijadikan sebagai referensi dalam fase pranikah..karena ada yang bilang bahwa menentukan calon pasangan dengan tempramen yg sama ga kan selalu baik hasilnya..Sy adlh melankolis-plegmatis (menurut tes yg prnah sy ikuti n juga menurut orang2 yg kenal baik dg sy bilang sy begitu) dengan tempramen yg bagaimanakah yg cocok untuk menjadi istri sy nanti…mohon penjelasannya..

  19. Akhina_khr:
    Betul, ketika dua temparemen yg sama saling bertemu erat, maka apa2 yg awalnya jadi kekuatan malah kebablasan jadi kekurangan. (misal sanguine ketemu sanguine, jadinya sama2 pelupa, jadi ceroboh, tak bisa mendengar. Melankolis ketemu melankolis, jadinya malah kebanyakan pikiran, mudah tertekan, mudah murung dst)

    Secara alami, paduan yg pas -dalam konteks pasangan hidup- adalah
    Sanguinis dg Melankolis (udara/langit dg tanah/bumi)
    Koleris dg Phlegmatis (api dg air)

    Intinya adalah temparemen yg berlawanan. Ini menjadikan kita bisa saling mengisi kekurangan masing2. Jadi misal Anda, saya kira baiknya dg sanguinis yg sedikit koleris :-)

  20. akhina_khr says:

    tp masalahnya calon sy ni juga seorang melankolis (karena itu saya suka dia, sdngkan sy kurang suka dengan seorang sanguinis), apa sy harus cari yg lain cuma karena menuruti teori “personality+”?? bisakah ada kemungkinan untuk qta tetap bersatu??Gmana caranya??

  21. Akhina_khr: :-)
    Melankolis emg terkesan cocok dg sesama melankolis, klo yg dilakukan adl kerja profesional, dan bukan ttg hidup bersama di satu atap. Semakin kita mengenal kekuatan & kelemahan diri, smakin kita tahu apa saja lubang2 kepribadian & kebutuhan emosi yg itu hanya bisa diisi oleh dia dari elemen yg berbeda. Dalam pengalaman saya (melankolis) yg hidup bersama sanguinis, ketenangan & hiburan terbesar didapat betul2 dari karakter sanguine yg cenderung kekanakan, banyak bicara, ceria, spontan, ekspresif, banyak gerak, dsb. mur dan baut bisa rekat justru karena mereka berbeda.

    Tp lantas klo sudah ‘terlanjur’, ya Lanjutkan Saja :-) salah satu kesalahan terbesar bg mereka yg belajar Personality Plus adl manakala mereka mengkotak2kan diri mereka, & menganggap setiap orang sudah terkutuk dlm temparemen dasarnya itu.Nyatanya, setiap kita bisa memperkaya kepribadian dg kelebihan empat temparemen yg ada. Tapi ya gitu, gimana2, elemen dasarnya tak akan berubah.

  22. akhina_khr says:

    ooo..nah itu dia kata kuncinya, “mengambil setiap kelebihan dari tiap elemen”..makasi mas atas sarannya

  23. hanzz says:

    luar biasa .. masukkannya ..
    sukses terus yha .. mas akhmad ..
    mau nanya dunk ..
    bs ga org dgn kepribadian phlegmatis mengubah dirinya menjadi koleris ??
    thx ats responnya ,, :)

  24. Donna says:

    Dear,

    Mau nanya nih, dari penjelasan diatas ada beberapa karakter. dan tidak menutup kemungkinan juga apabila sesorang memiliki kombinasi karakter. bagaimana cara menghadapi karakter sesorang (termasuk karakter apa yah yg saya sebut ini?):
    1. terkadang matanya berbinar jika menceritakan sesuatu
    2. berbusana trendi
    3. berkerja sering terschedule (selalu punya agenda utk melakukan segala sesuatunya)
    4. mudah menangis bila melihat sesuatu yg mengharukan (touchy)
    5. selalu mudah kena serangan panik dan terkadang terkesan menganggap enteng sesuatu yang seharusnya penting (menunda pekerjaan)
    6. mudah sekali tersinggung

    nah dari beberapa karakter yang saya sebutkan setelah saya bandingkan dengan info yang tadi di share, saya bingung nih orang masuk dikarakter apa dan bagaimana cara menghadapinya.

    mohon bantuannya. thanks a lot ^_____^

    Regards,

    Donna

  25. Yth sdr Donna,
    Hampir bisa dipastikan, seseorang tsb adalah seorang sanguine. Perlu diketahui, sanguine dan melankolis punya kesamaan kuat dalam hal mereka berdua sama2 emosional. Jika durasinya lama (misal bila marah, maka marahnya lama), maka dia biasanya lebih dekat ke melankolis, termasuk juga bila punya intensitas emosi yg dalam untuk emosi2 negatif (dendam, sedih, haru).

    Dan menariknya, sanguine biasanya tertarik pada kepribadian melankolis. koleris tertarik pada phlegmatis. Dg kata lain, pribadi yg berlawanan dg dirinya. Ini bisa berwujud pada kepemilikan atribut sifat dari karakter yg berlawanan itu.

    Sekalian menanggapi pertanyaan mas Hanzz, tiap orang bisa kok punya dua temparemen. Sanguine bisa punya temparemen melankolis, meskipun secara tabiat berlawanan. Namun setiap kita pasti punya satu tabiat mendasar, yg itu tidak bisa dihilangkan, dan juga tidak membahagiakan diri manakala dipaksa utk dihilangkan.

  26. sari says:

    terima kasih atas info nya ya…..
    saya bisa tau bagaimana menghadapi adik2 yg saya bina
    semoga info ini bermanfaat.

  27. aku punya masalah dengan orang plegmatis, aku sudah mengulang kesalahanku padanya. dia tlah memaafkanku tapi dia blom mau ketemu denganku n klo saya sms tentang masalah itu dia menghina aku habis-habisan.. aku pun menyerah dan melepaskannya… sebenarnya aku masih berharap baik lagi tapi aku ga tau apa maunya… bagaimana memperbaiki hubungan pertemananku lagi dengannya?… aku orang sanguin…

    • Guntar says:

      eh, pertama; betul nih dia orang phlegmatis. Kalau modelnya menyimpan dendam dan “sudah kapok” gitu kayaknya model melankolis deh. Kalau mau minta maaf ke orang seperti dia harus pake cara minta maaf sesuai dg “caranya”: “Aku minta maaf, aku minta maaf karena —(katakan perbuatan SPESIFIK yg membuat dia marah. dan ini harus dieksplorasi, orang sanguine seringkali ndak betul2 paham apa yg mbikin orang melankolis marah. dan orang melankolis juga gawatnya ndak selalu bilang terus terang apa yg SEBENARNYA mbikin mereka marah)— Aku tau akibat dari perbuatanku itu kamu jadi —-(sebutkan dampak dari kesalahamu)— Aku janji akan berusaha sekuat tenaga untuk ndak mengulangi lagi.”

      Jadi polanya gini:
      1. Minta maaf dg sebutkan SPESIFIK apa perbuatan yg membuat dia marah (jangan lupa aspek “berkali-kalinya”)
      2. Sampaikan minta maaf atas akibat yg ditimbulkan dari kesalahamu
      3. Janji untuk memperbaiki atau tidak mengulangi
      4. Lakukan sesuatu untuk menebus kesalahanmu itu.

      Dalam menebus kesalahan, terkadang orang melankolis cuma butuh melihat kamu MULAI melakukan. Tidak harus sampai menyelesaikan.

      Dicoba ya :-)

  28. rhyna azha says:

    Asslkm…mas sy mo tnya nich,apa bnr kalo org dgn kepribadian ganda itu adalh suatu pnyakit?sy b’kpribadian ganda,yg bs mmposisikn diri sy dmanapn sy brada,tp dr smua artikel yg sy baca,seseorag yg brkpribadian ganda itu katanya adlh seorag yg tidak normal.apa benar?? Dan 1 lg bagaimana cr mghadapi pria plegmatis,sy sndiri wanita sanguin-melankolis-plegmatis.trimaksh ats jwbnnya.

    • Guntar says:

      Orang yg bisa memposisikan diri itu bukan berkepribadian ganda, melainkan berkepribadian KAYA :-). Yg dimaksud dg kepribadian ganda itu adl ketika ada dua entitas individu yg sama sekali berbeda dalam satu jasad, termasuk dalam ingatan dan kemampuannya. Maka ketika seseorang punya kepribadian KAYA, itu malah BAGUS! lihat saja orang2 sukses, biasanya mereka punya kepribadian kaya lho :-)

  29. Rainy says:

    Saya tipe sanguinis-melankolis, dan pacar saya plegmatis. Pertanyaan saya, apakah kita cocok?

    • Guntar says:

      Semakin beda semakin cocok :-)
      Btw, tipe Anda yg sanguine-melankolis, itu unik. Aslinya Anda di salah satunya. Tp karena lingkungan kerja atau pertemanan, maka Anda jadi berubah. Dg tipikal semacam ini, Anda mustinya punya dualisme sikap: satu sisi pengen rame, tapi kemudian juga pengen menyendiri/menyepi. dst.

  30. fadhila says:

    Menarik sih membicarakan tentang personality plus.

    menjalin relationship (terutama urusan hidup seatap) dengan personality manapun memerlukan kesediaan untuk saling memahami dan bersabar. Apalagi untuk relationship dalam ikatan komitmen semacam marriage. Kesediaan untuk berusaha memahami hingga sampai di titik temu paling nyaman. Satu sama lain sudah bisa berkomunikasi dalam bahasa kalbu. Kalau belum sampai ke sana, bener-bener musti sabar dan berusaha untuk selalu menemukan sisi-sisi menyenangkannya.

    Thanks Mr Guntar …

    • Guntar says:

      Bener sekali, mbak Fadhila :-)
      Yang tak kalah penting dari mengetahui karakter diri dan orang lain adalah pengetahuan dan kemampuan bagaimana membangun ikatan hati dengan orang lain :-)

  31. Ady k says:

    pas sekali melankolis dengan sifat saya,
    copy : (Yg repot, kadang orang2 semacam itu bisa mengalami kebingungan atau fluktuasi mood atau keinginan yg dia sendiri ndak paham kenapa) itu yang masih saya alami hingga sekarang,, kira kira kenapa bisa terjadi seperti itu dan ada sesuatu mungkin yang ada dalam diri saya,,, thankz sebelumnya… :D

  32. Cepi says:

    Mas Guntar, tulisan sampean sangat menarik dan bermanfaat sekali untuk saya, yang sedang belajar memahami orang lain.

    Mas, ni yang jadi masalah gini, kalau kita kerja di perusahaan BUMN yg culturenya masih kental dgn senioritas dll (anda tau sendiri seperti apa). Saya melihat orang yg koleris sangat tidak populer di lingkungan kerja (kurang disukai atasan yg sama2 koleris), bahkan sangat susah untuk klik dgn beberapa atasan. Saya merasa orang koleris di perusahaan saya, kurang di perhatikan oleh atasan. Padahal saya melihat mereka adalah orang2 yg berpotensi, punya kemauan yg kuat, visi kedepan, pekerja keras dan mampu mengorganisasi org.

    Saya orang yg koleris, melankolis. Mas mohon masukannya untuk kedepan, gman kita sebagai orang yg koleris junior(karyawan baru) bersikap, spy bisa klik dgn semua orang dan tentunya dgn network yg bagus (atasan, rekan sekerja) tentu juga akan menunjang karir kedepan.

    Terimakasih mas, Sukses selalu.
    Vivat TC.

    • Guntar says:

      Menariknya, orang Phlegmatis banyak yg jadi orang besar (pimpinan) di perusahaan (at least aku ngelihatnya di dua perusahaan BUMN) adalah karena sebagai berikut:

      • Dia supportif dan tidak membangkang
      • Dia nurut dg arahan, tidak sibuk membela diri ketika dikritik
      • Dia ndak menjalankan intrik2 politis untuk peroleh jabatan
      • Dia pandai ngedem-ngedem ketika ada konflik atau ketidakpuasan. Dia bisa membuat atasannya terselamatkan dg menjaga kondusivitas suasana di bawah.

      Sementara yg koleris bisa jadi gak terpilih (gak tampak menarik utk ditunjuk) jadi pimpinan karena:

      • Dalam perjalanan mencari jabatan, dia sikut kanan sikut kiri. Dia mengangkat dirinya dg menjatuhkan atau membuat orang lain kalah, atau terlihat salah.
      • Dia sibuk menunjukkan betapa salahnya atasan2 mereka, sibuk mengoreksi mereka, selalu datang dg rencana/tindakan yg lebih baik daripada milik atasannya. Dg kata lain, dia begitu yakin dg caranya sendiri dan menomorduakan rencana/cara atasannya.

      Orang yg kayak gitu sepertinya emg kurang menarik untuk jadi bawahan :-D
      Orang koleris yg gak tahan biasanya lantas hengkang. Menyisakan temparemen lain yg lebih bisa neriman

    • Guntar says:

      Maka orang koleris yg mau naik jabatan:

      • Ndak papa pertahankan temparemannya, tapi tidak untuk menampakkan betapa tidak sepakatnya dia atas pendapat/rencana/tindakan atasannya.
      • Dia harus memperkenankan, dan lebih mendahulukan atasannya untuk bersinar. rela hati pujian atas dirinya “diambil” oleh atasannya.
      • Dia berperan dalam menambah keyakinan atasan atas rencana yg dimilikinya
      • Dia berperan sbg eksekutor atau pelancar jalan bagi atasannya.
      • Dia tidak membuat kekisruhan di internal tim, tidak membuat kekuatan bayangan atau merebut kekuasaan atasannya dg membuat semacam “negara bagian”.

      Anyway, semoga awakmu tambah sukses, Cep! :-)

      • Cepi says:

        Makasih banyak mas penjelasan dan sarannya, mengena banget neh :)

        Situasi di kantorku persis seperti yg sampean bilang, kebetulan aku satu divisi dgn tmn2 koleris.

        Oiaa,,baru tau kenapa kadang aku gk begitu nyambung ngomong ama org melankolis wkk and sering bentrok ama orang2 koleris.

        Rasanya begitu dekat dgn koleris ada aura magnet sekutup wkkk..

        Istri orang plegmatis air, aku kolerik api. Kita cenderung cocok dgn sifat orang yg berlawanan dgn sifat kita, seperti yg sampean ulas di atas.

        Yg sampean bilang mau hengkang juga top banget tu mas, wkkk….

        • Cepi says:

          Oiaa q belajar ini, karena ada niatan untuk menjadi pribadi yg lebih baik lagi. Mengenal dan memahami diri sendiri dan nextnya bisa lebih baik memahami orang lain.

          Jadi komunikator yg ulung yg bisa klik dgn semua karakter orang, supaya kita bisa menyisipkan pengaruh dan ide2 kita ke orang lain dan mereka bisa accept dgn happy. Ini yg jadi tantangan terberat.

  33. andro azis says:

    Artikelnya bagus sekali mas, dan semua comentar2 yg diberikan jg bagus, tapi saya tidak menemukan apa yg saya inginkann, gini mas, saya tidak mengerti kepribadian saya ini seperti apa, setelah saya baca artikel mas, saya melihat saya memiliki sebagian dari tiap-tiap tipe kepribadian tersebut, sanguin, koleris,melankholis, dan pleghmatis, dan karena itu saya kurang mengerti maunya saya ini seperti apa agar saya bisa percaya diri dengan dengan mengembangkan kepribadian saya, atau jadi diri sendiri dengan kepribadian diri sendiri,terkadang saya bisa ceplas ceplos di lingkungan saya berkumpul, suka bercanda, usil, terkadang saya suka menyendiri dan berfikir tentang pengalaman, masa depan, dsb, dan terkadang saya mampu mengkordinir apa yang saya kerjakan dengan baik, seperti menjadi ketua organisasi, mampu berfikir dan mencari jalan keluar dari masalah yg ada secara mendadak, terlihat optimis, dan suka akan alam dan ketenangan,tidak suka kontak fisik pertanyaanya apa tipe kepribadian saya ini?,haruskah saya terima kepribadian seperti ini?, iya atau tidaknya, mohon diberikan penjelasannya mas, terimakasih.

    • Guntar says:

      Perlu dipahami, kita ini pada dasarnya memang perpaduan, tidak bisa terkotakkan di satu golongan saja. Untuk mengetahui kita masuk “golongan” yg mana, yg perlu dicermati bukanlah sekedar BISA melakukan sesuatu, melainkan berkemampuan DI ATAS RATA-RATA dalam melakukan sesuatu. Umpan balik dari orang lain juga akan sangat membantu membaca diri.

      Mungkin saja Anda seorang phlegmatis :-)
      Phlegmatis pada dasarnya punya paduan dari semua elemen kepribadian.
      Jika penghilang stres Anda adalah istirahat dan relaksasi, yg membuat Anda depresi adalah ketidakdamaian atau kehilangan istirahat, Anda phlegmatis.

      Jika benar Anda phlegmatis, Anda sesungguhnya perlu perkaya pengalaman utk menemukan perihal yg Anda betul2 SREG dgnnya. Phlegmatis punya sifat keras kepala dan keteguhan yg diam-diam. Tidak suka bragging/pamer ketika habis lakukan sesuatu yg hebat (beda dg Sanguine dan Koleris). Phlegmatis amat bagus jd konselor/penasehat/pengamat, dan punya sense yg kuat atas benar dan salah, serta opini yg obyektif atas permasalahan (orang lain).

  34. rany says:

    Ass.Wr.Wb. Artikelnya bagus..
    mau tny ms…
    klo pengen jd pribadi sanguin gimana donk,klo pengen cpet akrab sama orang ..
    dan gimana ngilangin rasa mudah tersinggung(melankolis)?

    • Guntar says:

      cara ampuh jadi sanguine adalah dg berteman akrab dg beberapa orang sanguine dan mengambil amanah (atau menjalankan aktivitas) ala sanguine, semisal jadi moderator/MC.
      Saya aslinya melankolis, dan begitu menderita deh jadi melankolis yg terlalu poll :-)
      Makanya, kalau orang itu melankolis, cari pasangan hidup sebaiknya yg sanguine. Vice versa.
      Dan yg koleris, jangan cari sesama koleris, cari aja yg phlegmatis. :-)

  35. rany says:

    wah,makasih ms infonya,, oo,trnyt mas jg melankolis too.. Haha

  36. ika ariyati says:

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya punya temen sanguinis, sedang saya orang melankolis. Dimata dia,saya selalu salah. Kalau saya berusaha periang dia selalu mematahkan asa saya,tapi jika saya diem saya dibilang sok imut. Dia selalu memberikan penilaian buruk terhadap saya, bagaimana saya harus menghadapinya sikap tersebut pak guntar? Mengapa kebanyakan orang2 sanguinis selalu menjadikan orang melankolis sebagai bulan-bulanan? Terima kasih. Wassalamualaikum

    • Guntar says:

      ‘alaykum salam warahmatullah

      Sanguinis berharap orang2 bakal bisa terhibur dg kesalahan mereka yg -bagi mereka- lucu. Koleris melabeli mereka sbg tolol. Melankolis tertekan akibat kesalahan si sanguinis. Phlegmatis yg penting lega krn tidak ada yg betul2 marah ke si sanguinis :mrgreen:

      Temen Anda itu, jangan2 koleris deh :-) . Kalau sanguinis murni biasanya menghibur diri dg membuat orang lain terhibur karena tingkah laku & omongannya. Mereka memang suka ngerjain/ngolok2 orang melankolis, tapi itu murni karena becanda. Sementara kalau orang koleris menghibur diri dg menunjukkan betapa unggulnya dia dibanding orang lain. Mereka selalu bisa menunjukkan betapa salah atau bodohnya orang lain.

      Entah sanguinis atau koleris, mereka biasanya lemah ketika mereka tahu betapa tingkah laku mereka justru membuat orang2 menjauhi atau tidak loyal pada mereka.
      “Kalau kamu begitu terus (suka ngejekin orang), kamu ntar gak punya ….
      …pengikut atau pendukung setia lho. Ntar orang2 gak ada yg mau kalau kamu suruh/mintai bantuan” (kalau koleris)
      …penggemar, teman dan kenalan baik lho. Ntar kamu malah dibenci dan dihindari” (kalau sanguinis)

      Yang melankolis (dan phlegmatis) perlu lakukan adalah bersikap ASERTIF. Intinya nyatakan betapa tindakan dia itu tidak malah menguntungkan dirinya.
      “Aku pahami niat kamu baik, tapi aku pikir caramu bisa lebih baik deh. Soalnya kalau caranya seperti ini, …. (sbgmn di atas)”

      Akui dulu niat baiknya, artinya jangan sepenuhnya disalahkan (baik sanguine dan koleris butuh approval), baru kemudian sampaikan koreksinya :-)

  37. adi says:

    Mas aq mau tanya, seandainya phlegmatis dgn melankolis di hadapkan dlm satu tujuan, dpt’kah mereka di satukan dlm menjalani tujuannya itu hingga mencapai keberhasilan. Terima kasih y mas. Mohon saranny!

    • Guntar says:

      Itu tergantung pada tujuannya sendiri, apakah betul2 berarti bagi sang melankolis, apakah tidak mbikin resah dan ribet di sisi sang phlegmatis. Tapi secara umum, keduanya tentu bisa disatukan. Si melankolis perlu rancangkan roadmap hingga kalau perlu panduan kerja bagi si phlegmatis biar dia ndak perlu lagi mikir atau ngambil keputusan. Si melankolis juga perlu terus mendorong si phlegmatis agar terus mau bergerak. Sementara itu, Si phlegmatis wajib membantu si melankolis agar gak kebanyakan mikir atau planning, jadi pendengar yg baik atas curhatan melas si melankolis, serta menjaga si melankolis agar gak jatuh stres :-D

  38. Ega says:

    gimana cara supaya orang yang sifatnya Koleris sanguin bisa tertarik sama melankolis koleris ??

    :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. 9 Pertanyaan Sifat & Karakter pada Tes Wawancara Kerja | AkhmadGuntar dot com - [...] Apapun deh, menghadapi pertanyaan tentang karakter dan sifat tidaklah menjadi begitu mudahnya mentang2 kita sudah tau banyak tentang teori …
  2. Kiat Beradaptasi dan Mencari Teman di Tempat Kerja Baru | AkhmadGuntar dot com - [...] breng-breng (brengs**), Anda juga akan -dg mudah- mendengar omongan2 panas tentangnya. Jika Anda sanguinis atau koleris, mendengar omongan yang …
  3. 9 Pertanyaan Sifat & Karakter pada Tes Wawancara Kerja | Titian Bakat - [...] Apapun deh, menghadapi pertanyaan tentang karakter dan sifat tidaklah menjadi begitu mudahnya mentang2 kita sudah tau banyak tentang teori …
  4. Pertanyaan tentang Kemampuan Manajerial Pada Tes Wawancara Kerja | Titian Bakat - [...] Dalam banyak kasus, seorang manajer harus mengembangkan gaya komunikasi yang empatik dan konsisten sehingga bawahan bisa paham dan tak …

Leave a Reply