Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata “Tidak”

Kiat Produktivitas #15: Beranilah Berkata

Teman-teman Anda meminta Anda menjadi ketua panitia kegiatan tertentu. “Tak ada yang lain. Cuma kamu aja yang bisa.” kata mereka. Padahal Anda masih punya banyak tanggungan di pundak Anda. Tapi lantas Anda kok akhirnya menerima juga permintaan mereka. Pernah?

Di saat Anda sedang sibuk mengerjakan tugas yang terkena deadline, ada teman baik yang mengajak Anda ikut jalan-jalan ke mall atau apapun aktivitas yang sebenarnya tak penting. Entah karena takut melukai perasaan teman atau apa, Anda pun akhirnya menerima. Pernah?

Ada banyak orang yang merasa kesulitan untuk berkata TIDAK manakala diminta untuk melakukan sesuatu. Seringkali adalah karena sudah kadung terbiasa untuk menuruti apa yang diminta orang lain.

Mengatakan “Tidak” itu memang tidaklah mudah, terutama ketika Anda meyakini bahwa akan ada orang atau pihak yang terkecewakan atau merasa marah karena penolakan Anda. Tapi mari kita cermati. Berkata “Tidak” sesungguhnya adalah suatu pilihan sikap yang baik. Karena itu akan membebaskan kita dari membuat janji atau komitmen yang tidak secara tulus kita jalani kemudian. Berani berkata “Tidak” artinya kita akan jadi lebih bersungguh-sungguh dalam mengkomitmenkan sesuatu. Tidak lantas kita berkata “Tidak” pada semua hal; kita berkata “Iya” untuk hal yang benar-benar penting.

“Tidak” memang merupakan sebuah kata dengan konsekuensi yang besar. Namun ini adalah kata yang kita perlu gunakan secara lebih sering dalam konteks yang benar. Ini adalah kata yang bisa membawa kita pada kebebasan emosi, atau setidaknya kehidupan di mana kita tidak lagi cemberut dan dongkol dalam hati karena melakukan apa-apa yang sebenarnya tidak kita ingini.

“Tidak” adalah kata yang menjadikan diri kita lebih berkuasa atas waktu-waktu kita. Berkata “Tidak” akan meningkatkan nilai dari komitmen yang ada di pundak kita manakala kita berkata “Iya”. Sementara itu, mengobral kata “Iya” tanpa mampu berkata “Tidak” bukan sekedar membuat kita kewalahan menjaga komitmen, namun juga akan membuat batin kita kesakitan dan orang lain pada akhirnya terkecewakan. Maka jadikanlah ucapan “Iya” Anda jadi bermakna bagi orang lain, dan juga bagi diri Anda sendiri.

Kiat Produktivitas #15: Beranilah Berkata

Anda sudah mengenal istilah asertif, bukan?

Anda bisa dikata bersikap tak Asertif ketika Anda gagal dalam mengekspresikan perasaan, pikiran, dan keyakinan Anda kepada orang lain. Atau juga, dibilang tak asertif manakala Anda menyatakan perasaan, pikiran dan keyakinan Anda dalam bentuk-bentuk yang bersifat apologis, tak pede atau rendah diri sedemikiran rupa orang lain jadi mudah untuk mengabaikan atau meremehkan Anda.

Sementara itu, Anda dikata bersikap asertif manakala Anda mampu mengekspresikan pikiran, perasaan dan keyakinan secara langsung dan jujur namun tidak sampai melanggar hak asasi orang lain. Dalam bersikap asertif, kita perhatikan kebutuhan dan perasaan diri sendiri dan juga orang lain.

Maka sekarang, janganlah takut untuk berkata “Tidak”.

Gaya Berkata “Tidak”

Ada banyak gaya untuk berkata tidak. Silahkan pilih mana yang sesuai dengan situasi Anda
Pada yang berikut ini, kita contohkan Anda sedang diminta seorang teman untuk membantunya mengurusi sebuah event.

Sekedar bilang tidak, bila memang sungguh-sungguh tak ada waktu atau kemauan untuk melakukan sesuatu. “Ndak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event ini.”

Dengan mempertimbangkan kondisi teman Anda,”Saya tahu sekarang sedang butuh bantuan dan terima kasih kamu begitu mempercayai aku. Tapi aku sungguh-sungguh nggak mbantu kamu sekarang ini.”

Dengan memberikan alasan apa adanya mengapa Anda menolak, tanpa membuka ruang negosiasi,”Ndak bisa. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event ini. Aku sendiri lagi ada dua event besar yang harus aku tangani bulan Maret ini.”

Mengatasi teman yang kekeh, ngeyel atau persisten dengan cara merayu, memuji-muji, menjanjikan imbalan ataupun semacamnya. Memang bisa agak susah menolak orang yang menggunakan cara-cara itu. Tapi asal Anda juga persisten, maka Anda pasti bisa menghadapinya.
“Tapi nggak ada lagi yang bisa kerja sebagus kamu”
“Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.”
“Tapi aku udah kadung janji bakal bisa nyelenggarakan dg sukses meriah.”
“Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.”
“Kamu ta’traktir makan sampe sepuasmu deh.”
“Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.”
“Ayolah. Kamu baiiik deh.”
“Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.”
dst…

Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata

Terhadap orang yang punya hubungan baik dengan Anda. “Gini, fren, aku tahu betul event ini memang penting buat kamu. Cuma aku bener-bener ndak ada gambaran gimana aku kemudian bisa mbantu kamu dengan kondisiku yang sekarang ini. Terima kasih betul udah terus mempercayai aku. Yang sekarang ini aku betul-betul belum bisa mbantu.”

atau

“Fren (teman), aku sebenernya ya bisa aja bilang ‘Iya’ sekarang ini atas permintaanmu. Tapi aku khawatir nanti nanti bakal kerepotan sendiri mengingat kondisiku sekarang yang seperti ini. Jadi ketimbang aku ngecewakan kamu nanti dan lantas udah jadi susah buat kamu tuk cari pengganti, maka mending aku bilang aja sejak sekarang: aku nggak bisa.”

Selamat berkata “Tidak” secara bijak 🙂

banner ad

Leave a Reply