9 Pertanyaan Sifat & Karakter pada Tes Wawancara Kerja

Pertanyaan tentang karakter dan sifat bisa jadi merupakan yang paling subyektif dari semua jenis pertanyaan yg ada. Gawatnya, hal ini kadang bisa terpengaruh banget oleh mood (dan siklus hormonal juga). Dan menariknya, mood dan kondisi produktif kita juga bisa dipengaruhi oleh waktu. Maksudnya, Anda ngerasa ngga klo Anda merasa paling produktif pada waktu2 tertentu dalam satu hari, atau waktu2 tertentu dalam satu minggunya. Bagi banyak orang, hari senin adalah hari yg kurang mbikin semangat. Entah karena kecapekan akibat lelah beristirahat pada sabtu minggunya atau benar2 karena males.

pertanyaan karakter pada tes-wawancara-kerja

Apapun deh, menghadapi pertanyaan tentang karakter dan sifat tidaklah menjadi begitu mudahnya mentang2 kita sudah tau banyak tentang teori kepribadian plus.

Baik, mari kita mulai:

1. Menurut Anda sendiri… apakah Anda ini pintar?

(ingat, ada beda antara rendah hati dan rendah diri. Dan ini bukanlah waktu untuk menjadi sempurna pada keduanya.)

Iya. Dalam artian bahwa kepintaran di sini bukan sekedar diukur dari hasil tes IQ. Saya pikir kepintaran seseorang akan benar2 tampak ketika seseorang menghadapi beragam situasi dan berinteraksi dengan banyak orang. Dan dari aspek itulah saya merasa miliki keunggulan. Saya memiliki rasa percaya diri yg besar pada kemampuan saya untuk bekerja dengan orang lain, menyelesaikan permasalahan bisnis, dan juga membuat keputusan yg terkait urusan kerja. Tentu saja masih ada banyak hal yang saya belum tahu, tapi saya optimis bahwa saya bisa mempelajarinya. Sehingga saya lalu juga mengartikan kepintaran sebagai kemampuan yg baik untuk mengajukan pertanyaan pintar, mendengarkan dengan seksama, dan menyadari tak ada orang yg tahu tentang segalanya.

2. Apakah Anda merasa bosan bila harus melakukan pekerjaan yg sama berulang-ulang?

Tidak juga. Bila pekerjaan itu memang sudah menjadi tugas saya, maka saya tidak akan merasa bosan karena itu memang tanggung jawab saya untuk merampungkannya dengan kemampuan terbaik. Menurut saya, pekerjaan itu tidaklah harus punya sifat menghibur, yang penting saya telah meyakini bahwa itu adalah harga yg harus dibayar untuk meraih kesuksesan yg lebih tinggi.

Saya berpendapat bahwa bila ada seseorang yang mudah bosan dengan repetisi, maka dia bisa jadi akan mengalami masalah yg cukup serius nantinya. Karena terkadang kita harus mengesampingkan kesukaan kita dan berfokus pada melakukan apa2 yang memang harus dilakukan – meskipun itu bukanlah suatu hal yg baru.

Saya pikir sampai saat ini saya sudah terlalu sibuk untuk mengerjakan tugas saya sehingga sampai2 tidak sempat untuk merasa bosan :wink:

3. Anda lebih menyukai kerja dalam tim atau sendirian?

Bekerja dalam tim adalah salah satu elemen terpenting dalam sukses karir dan juga hidup. Sepengetahuan saya, bila seseorang tidak bisa bekerja dengan baik dalam tim, maka dia pun biasanya juga akan susah untuk bekerja dan berkomunikasi secara produktif dalam hubungan orang per orang.

Meskipun kerja tim amatlah penting, namun saya tetap mampu produktif dalam bekerja sendirian. Terkadang tekanannya memang terasa lebih berat, tapi saya sudah terbiasa untuk menganggapnya sebagai tantangan. Terkait manakah yg saya pilih; apakah bekerja dalam tim atau sendiri, maka itu tergantung pada manakah cara yg terbaik untuk merampungkan pekerjaan. Atas pilihan mana pun, saya masih bisa bekerja sama kerasnya dan dengan inisiatif penuh.

4. Apakah Anda suka bekerja dengan “benda”; apapun bentuknya?

(bila memang iya, apalagi pekerjaannya memang membutuhkan kompetensi teknis)

Ya, sedari dulu saya memang punya bakat dan kecepatan dalam mempelajari kemampuan teknis. Saya suka sekali bekerja dengan mesin dan gadget. Ketertarikan saya itu membuat saya bisa mengoperasikan banyak perangkat. Meskipun begitu saya juga punya kemampuan untuk mengkonseptualisasi sebuah penugasan dan lalu menerjemahkan konsep itu ke dalam bentuk konkrit implementasi di lapangan (baca: artinya klo Bapak ngasih saya perintah, bapak ndak perlu tahu tentang cara pengoperasian perangkat/mesin/gadget untuk memfasilitasi perintah itu. Cukup katakan saja perintahnya, ntar saya bisa kok mendayagunakan semua perangkat/mesin itu untuk memfasilitasi keinginan bapak.)

5. Apakah Anda suka bekerja dengan angka?

(bila memang iya, atau bila pekerjaannya memang membutuhkan kemampuan analitis dan matematis)

Tentu saja. Itu memang yang menjadi dasar untuk pekerjaan ini. Saya punya bakat yang kuat dalam mengurusi angka saya mampu menangani sisi hitung-hitungan dari bisnis. Pencatatan dan pembukuan yang akurat memang bagian manajemen yang penting dan bisa membantu dalam menunjukkan wilayah2 yang bisa dikembangkan. Dan di bagian situlah saya memiliki bakat dan kemampuan.

6. Apakah Anda suka bekerja dengan orang?

(bila memang iya, atau situasi yang diharapkan memang adalah kerja tim)

Iya, sangat. Bila kita bermaksud untuk memenuhi target dan menindaklanjuti rencana pertumbuhan yang telah dicanangkan, maka kita memang harus mengatur dan mengkoordinasi kerja dari banyak orang. Saya percaya dengan kekuatan sinergi dalam kerja tim, di mana daya kreativitas yang muncul di sana akan lebih besar ketimbang yang bisa dimunculkan oleh orang per orang secara sendiri-sendiri.

(tapi bila tidak, atau bila pekerjaannya menuntut Anda untuk bisa kerja sendirian)

Saya selalu bisa bekerja dengan orang lain, tapi saya tak punya kesulitan untuk bekerja sendirian. Saya punya kemampuan inisiatif yang besar. Saya juga bisa membuat target-target secara mandiri, atau menjalani target yang ditugaskan dan merampungkannya.

7. Apakah Anda betah menangani hal-hal detail?

Iya, saya kira begitu. Saya bersedia melakukan apa-apa yang ditugaskan kepada saya. Bila ketelitian ekstra pada detail adalah salah satu prasyarat di dalamnya, maka saya pun akan melakukannya. Saya percaya bahwa sukses dan percepatan karir adalah hasil langsung dari terlaksanya tugas dengan baik, termasuk di dalamnya adalah ketelitian pada hal-hal yang detail.

8. Apakah Anda punya jiwa kompetitif?

Iya, saya punya itu. Menurut saya, sifat kompetitif itu diperlukan agar bisa sukses di lingkungan korporat. Namun dengan sifat kompetitif ini bukan berarti berkompetisi secara ganas dengan rekan kerja untuk mendapatkan pengakuan, kenaikan gaji, atau promosi. Bila saya bekerja dengan baik dan selalu memberikan upaya terbaik, saya yakin imbalannya pasti akan datang.

Yang penting, kompetisi terbesar adalah dengan diri saya sendiri. Maksudnya, saya selalu berusah memecahkan rekor pribadi saya sendiri – untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih cepat dari yang sudah pernah saya lakukan.

9. Apa yang Anda lakukan bila Anda punya cara pandang yang berbeda dengan atasan?

Yang jelas saya bukan seorang yes-man. Tapi meskipun begitu, saya cukup berhati-hati dengan bagaimana saya mengekspresikan pendapat. Saya tidak akan seenaknya menyatakan ketidaksepakatan saya atas pimpinan di depan banyak orang. Karena saya tahu rata-rata orang tidak suka dicela di depan umum. Selama rapat berlangsung, saya biasanya membuat mencatat dengan baik, lalu memberikannya kepada orang lain secara rahasia. Saya percaya kita bisa menunjukkan ketidaksepakatan dengan tanpa menunjukkan sikap pertentangan. Yang penting kan bukan ketidaksepakatan kita itu, namun adalah agar pendapat kita didengar dan dihargai. Dan saya tahu betul bahwa cara kita menyampaikan sesuatu akan menentukan apakah pendapat kita akan didengarkan atau tidak.

[tags]Tes Wawancara Kerja, Job Interview, Interview, Karakter, Sifat[/tags]

banner ad

27 Responses to “9 Pertanyaan Sifat & Karakter pada Tes Wawancara Kerja”

  1. ulan says:

    wah jawaban yang bagus.. makasih menambah pengetahuan..

  2. sima says:

    jawabannya terkonsep sekali, bagus nih buat calon pelamar yg masih sedang mencari kerja. tak lupa selain menyiapkan bahan jawaban tersebut di atas, kesiapan mental dan psikologi thd interviewer tentunya jg hrs diperhatikan.

  3. yudhabs says:

    Bagaimana jika jawaban yang kita kemukakan itu tidak sesuai dengan kepribadian, seperti kita memang sukanya bekerja sendiri, tidak suka bekerja dengan orang lain.Apa mending bohong atau jujur ?

    yudhabss last blog post..Konsisten ?

  4. aRuL says:

    terima kasih jawaban2nya, patut digunakan nanti kalo wawancara

  5. edratna says:

    Sebetulnya, jika testnya secara bertahap dan ada minimal 3 (tiga) assessor, maka subyektivitas akan dapat dikurangi…apalagi wawancara adalah test yang paling akhir. Walau pertanyaan mirip, semua tergantung pada jawaban dari yang diwawancara, karena bisa dikembangkan. Pewawancara juga harus telah mendapat pelatihan, dan telah lulus ujian sebagai assessor, karena kekeliruan pada proses rekruitmen risikonya jangka panjang. Jadi pertanyaan dalam wawancara tak bisa disamakan, sangat tergantung pada jawaban, dan dapat dikembangkan, namun telah dilengkapi untuk menilai kompetensi sesuai dengan job yang akan ditawarkan (masing-masing job berbeda kompetensi dan tingkat kedalamannya).

  6. dengan jawaban2 yg mas Guntar berikan, apa tidak termasuk kategori ‘berbohong’, terutama jika sebenarnya pribadi si pelamar sebenarnya tidak seperti yg ada pada jawaban? ;-)

    ‘berpolitik’ dan diplomasi memang penting, tapi bukankah kejujuran lebih penting? ;-)

  7. sima:
    Yup, betul. Tapi ingat, bahan jawaban di sini bukanlah sekedar menghapal template jawaban interview. Yg lebih penting adl menjadikan kualitas diri kita yg sesungguhnya sbg “bahan jawaban”. Tes wawancara bukan utk mencari orang yg pintar omong, melainkan yg kompeten :wink:

    yudhabs:
    di blog ini saya kerap mempromosikan pentingnya bekerja sesuai dg minat dan preferensi diri. Konsisten dg gagasan itu, maka jika kita harus berbohong ttg diri sendiri, maka akhirnya ntar malah penyiksaan thd diri sendiri. Tujuan utamanya bukanlah untuk diterima kerja, melainkan utk bekerja dalam koridor preferensi diri shg itu membawa kepuasan batin bagi diri.

    sekarang masalahnya: sudahkah kita cukup mengenal diri? Contoh tanya jawab di atas bukan skedar untuk membantu kita memahami diri kita seperti apa, melainkan juga utk memahami diri kita ini tidak seperti apa :-P

  8. edratna:
    Sepemahaman saya, assessor professional juga punya cara untuk menguji konsistensi dari jawaban dan tentunya juga mampu membaca bahasa tubuh. Untuk perusahaan2 besar, sebelum masuk tes user, biasanya memang ada interviewer profesional yg menangani. Masalahnya klo diwawancara di perusahaan kecil, maka bisa2 bosnya sendiri yg lakukan wawancara, atau siapapun yg mereka tidak punya kompetensi khusus sbg assessor. Di sinilah pengetahuan ttg pertanyaan standar amat membantu :mrgreen:

    M Fahmi Aulia:
    Betul sekali, mas Fahmi, memang harus jujur. Kebohongan ttg hal ini akan malah mendatangkan bencana ketika smisal udah diterima nanti. Disclaimer atau anjuran utk miliki integritas atas apa yg diucapkan telah saya sampaikan pada bagian pertama dari serial tulisan ttg persiapan tes wawancara kerja ini. Intinya, ktk kita tahu bhw jawaban idealnya spt itu, maka sikap kita adl, “Berarti aku harus bisa menjadi spt yg akan aku ucapkan ini”.

    Serial ini memberikan template yg membawa implikasi: yg hebat ini bukanlah kemampuan utk merekayasa jawaban atau dalam berucap kata2 indah, melainkan sejak awal jawaban itu merupakan cerminan bhw ybs merupakan orang berkualitas.

    Issue ini memang penting untuk senantiasa ditegaskan kembali. Terima kasih atas komentarnya :-)

  9. inaiyah says:

    berikan contoh jawaban dong, waktu ditanya kenapa Anda melamar di sini biar saya punya banyak referensi. terima kasih

  10. icha says:

    wah……ok banget dech pembahasannya, thank

  11. ukung says:

    pertanyaan psiko bukan berarti harus didalami dalam wacana pembukuan
    ia akan lebih terikat kedalam rangsangan otak secara spontan dengan relax
    dan justru jawaban yang telah dirancang akan membuat seorang gugup
    ingat seribu kata 1 kalimat khusus.
    1 kata tersirat seribu kata tersurat
    jadi enjoy dan jadilah diri sendiri.

    ukungs last blog post..aplication

  12. Kosmas says:

    DOAKAN saya supaya sukses wawancara kali ini.

  13. widya says:

    mas guntur bs tolong kasi jawaban dari pertanyaan2 yang sering ditanyakan dalam test wawancara?.untuk persiapan.terkadang saya kurang pede untuk melaksanakan test wawancara krn takut slah jawab.udh banyak cari referensi,yang ada cm contoh2 pertanyaannya aja.

  14. hariyanto says:

    top banget jawabannya, suwun ya mas

  15. Adi Martadinata says:

    Wow…amazing , this is Mr.GUNTARION khan ???

    I am ur ex child on mentoring ITS, i learn so much from you. How to be the best comunicator, best mentor , best trainner , best to be problem solver. Especially when you stand up in front…..

    Thanks so much mr.Guntarion, i am your big fans —– some day i wanna meet you. Now on….. may Allah pick me up from heart disaster of me.

    To be ikhlas —- sabar —- dan syukur. Thanks Allah.

  16. afandy rahman says:

    thanks yaa. for your comment, I wish that it can give me profit for my future

  17. chabams tumanggor says:

    tHis iS aN ImpoRtaN aRtiCLe
    i tHinK maNy peOpLe neEd iT

  18. zaki says:

    wah benar2 jawaban bijak, singkat padat jelas dan berbobot,
    benar2 cerdas, makasih sukses selalu

  19. budi says:

    thanks.. infonya

  20. epen says:

    Terimah kasih atas petunjuknya…
    God bless

  21. mauw1127 says:

    terima kasih utk artikelnya iah…jd punya kosakata lagi nie utk wawancara besok…trima kasih…trima kasih… :)

  22. lucy says:

    thx u artikelnya….. ok banget

  23. erik says:

    halo mas guntar… kebetulan sedang surfing dan menemukan blog anda ini, sangat menarik… terima kasih atas informasinya…. kapan ya bisa reunian sma dengan anda? hehehe…

  24. Nurul says:

    great answer :) benar2 sangat membantu …
    thnk u

  25. usy says:

    makasi atas infonyaaaa !!!

Leave a Reply