7 Alasan Kapan Anda Perlu Berhenti Kerja

7 Alasan Kapan Anda Perlu Berhenti Kerja
Meskipun banyak yang menganggap cari kerja itu tidaklah mudah-mudah amat, tapi begitu sudah dapet kerjaan, tidak berarti kita bisa betah di sana. Jika memang ada alasan yang kuat, ya memang tak ada salahnya kita berhenti kerja dan beralih ke pekerjaan yang lain. Berikut ini adalah beberapa alasan yang membuat seseorang jadi kepikir untuk berhenti kerja atau resign. Apakah Anda mengalaminya?

1. Perusahaan Anda sedang mengalami tanda-tanda kehancuran yang disebabkan karena budaya buruk: para klien dan konsumen pada menghilang, uang juga pada menghilang, ada rumor kemelut dan kebangkrutan. Selama masalahnya tidak terkait oleh budaya dan mentalitas orang2 yang ada di sana, maka Anda boleh saja tetap bertahan. Loyalitas Anda pasti akan kemudian dibayar mahal.

2. Hubungan Anda dengan manajer dan atasan sedemikian rusaknya hingga tak bisa diperbaiki. Yang penting, pastikan ini bukan karena kesalahan Anda; bukan karena Anda orangnya ternyata tak bisa dipercaya, sering bolos, atau berperangai jelek terhadap atasan karena sebab-sebab tak rasional dan sentimentil).

3. Kondisi hidup Anda sudah berubah. Mungkin karena Anda baru saja menikah atau punya momongan, sementara gaji dan benefit yang Anda dapatkan tidaklah mencukupi. Anda perlu dapatkan peluang yang lebih baik untuk mensupport kebutuhan keluarga.

4. Anda punya nilai dan budaya yang berbeda dengan perusahaan. Mungkin saja perusahaan Anda punya budaya yang egaliter, sementara Anda menginginkan ada fasilitas khusus seperti tempat parkir spesial atau ruangan khusus untuk mereka yang berprestasi atau punya pangkat. Atau mungkin perusahaan Anda sebegitu tegas garis hierarki dan senioritasnya, sementara Anda inginkan kondisi yang lebih fleksibel. Atau mungkin Anda punya nilai kejujuran dan integritas yang itu tidak tampak sama sekali di perusahaan. Ketidaksingkronan nilai diri Ada dan perusahaan tidak hanya membuat Anda sengsara, tapi juga rugi buat perusahaan.

7 Alasan Kapan Anda Perlu Berhenti Kerja

5. Ketika etika perusahaan Anda telah rusak. Mungkin saja perusahaan atau manajer Anda mulai berbohong tentang kualitas produk atau tentang kapan produk dikirimkan. Anda mulai menyadari bahwa perusahaan Anda mencuri informasi dari para pesaing. Apapun deh, sebaiknya jangan bertahan di perusahaan yang etiknya sudah rusak.

6. Tingkat stres kerja Anda sedemikian tingginya sampai-sampai kesehatan fisik, pikiran dan spiritual Anda terganggu. Tambah lagi bila ternyata hubungan Anda dengan keluarga jadi turut terganggu. Waspadailah tanda-tanda kepayahan total. Jika itu tak bisa diatasi, berarti sudah saatnya Anda berganti pekerjaan.

7 Alasan Kapan Anda Perlu Berhenti Kerja

7. Anda sudah bertumbuh sedemikian rupa dan butuh tantangan baru. Saat pertama kali masuk, And amasih jadi seorang amatir. Seiring dengan pembelajaran yang dialami, Anda selalu mencari tantangan dan peluang pengembangan diri. Tentu saja, untuk itu Anda berharap adanya reward. Memang sih, promosi kecil itu ada, kenaikan gaji juga ada, tapi kecil banget, dan Anda benar-benar tak melihat ada tangga karir yang bisa didaki. Sehingga Anda mulai rasakan ketidakpuasan; ibarat sedang mengarungi sebuah jalan yang buntu. Jika demikian halnya, jangan-jangan ini merupakan pertanda bagi Anda untuk berpindah kerja.

banner ad

7 Responses to “7 Alasan Kapan Anda Perlu Berhenti Kerja”

  1. yazurri says:

    saya seorang guru PNS punya keinginan untuk berhenti, tapi ketakutan akan masalah pinansial selalu menghantui.. bisa minta nasehatnya?

  2. moli says:

    saya guru bakti pada sebuah SD negeri di Aceh, saya bekerja dengan lingkungan yang umurnya jauh diatas saya, kebetulan orang tua saya kepala sekolahnya.
    permasalahan yang saya hadapi adalah saya sering merasa sakit hati ketika guru-guru lain menjelekkan kepala sekolah yang tak lain orang tua saya, mereka juga suka menyindir jika saya melakukan sesuatu, pernah ketika saya membawa kemenangan untuk festifal 17-an saya dianggap tidak pantas karena masih terlalu baru dan anak-anak. apapun yang menjadi aturan kepala sekolah pada waktu rapat mereka setuju di depan, tapi di belakang selalu mengatai sambil tertawa mencemooh, saya berusaha memposisikan diri sebagai guru yang lain, tapi hati saya selalu menjerit ingin agar mereka berhenti mengupat ortu saya di depan saya, apakah itu salah?.
    apakah bagus bagi saya untuk tetap disitu atau bagus nya saya resign dan mencari pekerjaan lain yang lebih membuat saya bahagia, terus terang saya telah bekerja 3 tahun tapi tak sekalipun saya merasa bahagia kerja disitu kecuali saat mengajar karena anak2 banyak yang menyenangi saya.
    sebagai informasi lain saya sering mengeluarkan ide atau hal2 baru dan selalu aktif dalam gotong royong yang melibatkan anak-anak. saya dulunya sering menjadi TU di sekolah walaupun sudah ada TU disitu. sekarang saya jadi malas melakukan aktifitas apapun toh ujung-ujungnya saya tidak dihargai yang saya lakukan adalah wajar, tapi bukankah setiap orang ingin di hargai. bukan dengan pujian yang terdengar lebai tapi cukup dengan senyuman dan basa basi yang membangun semangat. sekarang ini saya ingin sekali resign tapi masih ragu-ragu. menurut anda saya sebaiknya tetap di situ atau resign?

  3. Akhmad Guntar says:

    Yth sdri Moli, guru bakti adalah suatu peran yg terhormat. Bahwa ada cemooh dan kondisi tak mengenakkan yg Ibu alami, maka tinggal kita jeli dlm berprinsip: “sebenarnya yg penting buat aku apa sih?” dan saya yakin jawabannya adl penghargaan dari para siswa. Sekolah bukan tempat guru mengajar, melainkan siswa belajar. Penghargaan terbesar hanya bisa datang dari mereka. Atas orang2 yg -maaf- breng—, bahkan pujian sanjungan dari mereka pun bukan suatu hal yg harusnya membanggakan kita. Dan atas cemooh dan omongan buruk mereka, itu semua akan jadi tak mengapa manakala kita konsisten memilih untuk tidak mempercayainya.

    Jikapun Anda memilih untuk resign, saya khawatir itu akan jadi keputusan yg Anda sesali. Karena itu adalah keputusan untuk memilih kekalahan: kalah bagi Anda pribadi, kalah juga bagi siswa siswi, padahal sesungguhnya dari mereka lah kebanggaan dan penghargaan itu sesungguhnya datang untuk dirasakan & membuat Anda bisa bertahan.

    dan Anda akan lihat, sikap asertif (berani suarakan sikap) dan kegigihan Anda bagaimanapun akan munculkan kekaguman pada orang2 ‘nakal’ di sekitar Anda. Dan sesungguhnya hanya Tuhan lah yg bisa meneguhkan hati kita, dan memberi balasan atas amalan baik kita.

  4. Yth Bp. Yazurri, jika Anda terus jadi PNS, jangan2 ketakutan finansial juga akan menghantui setiap bulannya 🙂

    Jika lingkungan kerja tidak mengembangkan kompetensi, kontribusi dan rezeki, maka saya kira tinggal masalah waktu saja bagi Bapak untuk memilih berhenti.

  5. Riko says:

    Saya bekerja di sebuah perusahaan kontraktor di Jakarta, saya sudah bekerja tiga tahun di perusahaan tersebut. saat ini saya sudah mengalami titik jenuh dalam bekerja, dan ingin mencoba tantangan baru di tempat lain. Saya tidak melihat masa depan saya di perusahaan, ada standar ganda dari pimpinan, karyawan yang masih famili dan satu daerah mendapatkan fasilitas yang lebih dibandingkan yang lain. Teman-teman yang satu angkatan dengan saya telah banyak yang keluar dan rata-rata mereka sukses di tempat lain. Ketika perusahaan melakukan pengurangan karyawan saya sangat berharap supaya saya ikut terkena pengurangan, tapi ternyata saya tetap dipertahankan.Alasan apa yang tepat bagi saya untuk berhenti bekerja? Kalau saya berhenti bekerja apakah tidak akan menjadi citra yang buruk bagi saya (Dianggap tidak berterimakasih, sebab perusahaan tetap mempetahankan saya.

  6. moli says:

    terima kasih atas sarannya pak. iya… bapak benar yang terbaik adalah melihat apa yang seharusnya saya lihat bukan sebaliknya. saya akan bertahan. sekali lagi terima kasih.

  7. gadis says:

    salam kenal pak,, saya baru lulus satu tahun yang lalu dari perguruan tinngi jurusan accounting,, jurusan yang merupakan pilihan orang tua saya,, namun setelah sya menjalani pekerjaan saya di beberapa perusahhan saya merasakan ketidak nyamanan dan ketidak bahagian terhadap jenis pekerjaan saya,, cita2 saya adalah dokter atau bidan,, terpikir oleh saya untuk mengambil pendidikan bidan kembali namun hal itu terbentur oleh dana yang pas2an dan keinginan saya untuk segera membina rumah tangga,, apa yang sebaiknya lakukan pada situasi ini pak ?? mohon sarannya trims

Leave a Reply to yazurri Cancel reply